BeritaInternational

Webinar: Buddhisme dan COVID-19

Oleh: Jesslyn Metta

Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) tepat berusia 49 tahun pada tanggal 16 Mei lalu. Masih dalam momen dirgahayu tersebut, Presidium Pusat HIKMAHBUDHI mengadakan webinar lintas negara pada tanggal 22 Mei 2020 yang menghadirkan tiga pembicara, yakni Venerable Napan Santibhaddo (Director of Institute of Buddhist Management for Happiness and Peace, Thailand), Venerable Mandalar Zan (DHATTAW Monastery Mandalay, Myanmar), dan Wintomo Tjandra (Executive Committee of International Network of Engaged Buddhist). Tema yang diangkat berkaitan dengan implementasi ajaran Buddha terhadap COVID-19 yang memang saat ini sedang melanda dunia. Webinar ini dilakukan melalui aplikasi Zoom dan diikuti oleh peserta dari 7 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Laos, Myanmar, Sri Lanka, dan Filipina.

Webinar dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum PP HIKMAHBUDHI, Ari Sutrisno. Setelah itu penyampaian materi dari tiga pembicara serta diskusi maupun tanya jawab yang berlangsung dalam webinar kali ini dipandu oleh Jesslyn Metta, salah satu Pengurus PP HIKMAHBUDHI.

Pasang Iklan
Gambar moderator sdri Jesslyn Metta sedang mendengarkan paparan dari pembicara

Venerable Napan Santibhaddo: Tebar Metta untuk Semua

Implementasi nilai-nilai Buddhisme di masa pandemi seperti ini berkaitan erat dengan ajaran Buddha, yang paling utama adalah metta (cinta kasih). COVID-19 begitu banyak merenggut nyawa, kesempatan, dan meninggalkan ketakutan di hati banyak orang. Metta begitu besar perannya dalam meredam semua ketakutan dan kegelisahan tersebut.

Ia menyebut bahwa keadaan ini sebagai kesempatan untuk menerapkan mindfulness dan praktik Dhamma, seperti bijak dalam bertutur kata maupun perbuatan yang dilandasi dengan cinta kasih terhadap semua makhluk. Ia juga menekankan pentingnya membantu antar sesama tanpa melihat agama, seperti yang dilakukan oleh Thailand sebagai negara mayoritas beragama Buddha membantu mereka yang minoritas.

Gambar peserta Webinar: Buddhisme dan COVID-19
Gambar peserta Webinar: Buddhisme dan COVID-19

 

 

Venerable Mandalar Zan: Saling Keterkaitan antar Masyarakat

Keterkaitan atau interdependency menjadi poin menarik yang dibahas oleh Venerable Mandalar. Sekarang ini, kita hidup lebih terikat dengan orang lain daripada biasanya. Kita harus bekerjasama dengan setiap elemen masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi COVID-19 ini dan berusaha sebisa mungkin untuk menjangkau banyak orang untuk turut berpartisipasi. Ia juga menuturkan bahwa dalam situasi penuh tekanan seperti ini adalah hal yang wajar apabila kita merasakan gelisah, takut, dan cemas namun kita juga mesti sadar akan hal tersebut dan jangan larut terlalu dalam.

 

Wintomo Tjandra: Hubungan Alam dan Manusia

Wintomo menyinggung perihal hubungan manusia dengan alam sekitar dan bagaimana tindakan eksploitatif manusia terhadap alam sudah begitu besar dan masif sehingga kerusakan pun tidak terelakkan. Pandemi COVID-19 ini mengingatkan kembali akan peran penting alam dalam menjaga keseimbangan kehidupan yang selama ini kita jalani, sehingga kita harus kerap kali merasa bersyukur akan semua hal yang masih dapat kita nikmati sampai saat ini.

 

Komentar via Facebook

Tags
Close