Berita

Waspada Demam Berdarah di Tengah Pandemi Corona

Oleh: Rendy Arifin

Saat ini mungkin fokus kita tertuju pada Virus Corona (COVID-19). Mengikuti imbauan-imbauan dari pemerintah, mulai dari pakai masker, rajin cuci tangan, hingga menjaga jarak aman. Kasus positif COVID-19 di Indonesia pun semakin meningkat. Berdasarkan situs https://covid19.go.id/ per tanggal 29 Juni 2020, total kasus yang positif berjumlah 55.092 orang dan 2.805 meninggal dunia. Walaupun kasus positif COVID-19 terus meningkat, pemerintah mulai memberlakukan new normal dengan kembali membuka berbagai aktivitas, baik ekonomi maupun sosial dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

 

Pasang Iklan

Selain COVID-19, ternyata Indonesia sedang menghadapi wabah demam berdarah (DBD). Dari data Kementerian Kesehatan, hingga 21 Juni 2020 ada 68.753 kasus DBD dengan angka kematian 446 kasus. Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi dengan kasus DBD tertinggi. Pada tahun lalu, tercatat 110.921 kasus DBD di Indonesia (Januari – Oktober 2019). Jawa Barat dan Jawa Timur merupakan provinsi dengan kasus DBD tertinggi. Kedua virus ini berkaitan dengan pola hidup bersih dan sehat. Jika kita bisa menerapkannya dengan disiplin, tidak hanya terhindar dari virus Corona, kita juga bisa bebas dari DBD.

Grafik perbandingan COVID-19 dan DBD hingga Juni 2020

 

 

Secara total kasus memang lebih banyak DBD dibanding COVID-19, namun angka kematian COVID-19 di Indonesia terbilang tinggi. Walaupun demikian, wabah DBD tidak bisa dianggap sepele apalagi di tengah pandemi Corona saat ini yang tentunya lebih difokuskan pada penanganan COVID-19. Untuk itu, tidak ada salahnya kita menjaga diri agar terhindar dari DBD dengan pola hidup yang sebenarnya mirip dengan yang saat ini kita lakukan di tengah pandemi Corona.

 

Pencegahan DBD

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.  DBD banyak dijumpai di daerah tropis dan subtropis seperti Indonesia.

 

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya DBD. diantaranya adalah rendahnya kekebalan tubuh masyarakat; kepadatan jentik nyamuk atau populasi nyamuk penular yang banyak ditemukan di musim penghujan; genangan air di tempat-tempat tertentu seperti ban bekas, kaleng bekas, talang air, botol bekas, gelas bekas, lubang pohon, bambu, pelepah daun, dan sebagainya.

Cara pencegahan yang sering kali kita dengar adalah dengan menggunakan metode 3M (menguras, menutup, dan mengubur). Namun, prinsip pencegahan DBD bukan cuma itu. Cara yang paling utama adalah dengan mengusahakan agar kita tidak digigit nyamuk Aedes aegypti. Ini bisa dilakukan dengan menjaga lingkungan tetap bersih, juga menggunakan penangkal nyamuk agar tidak berkembang biak di rumah.

  1. Menguras bak mandi

Genangan air merupakan tempat bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Nyamuk betina pertama-tama akan bertelur pada dinding bak yang terisi air. Larva nyamuk yang menetas dari telur kemudian akan mendapat makanan dari mikroorganisme di sekitarnya. Seiring waktu, larva nyamuk akan tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Keseluruhan siklus ini berlangsung selama 8–10 hari dalam suhu ruang. Maka, menguras dan membersihkan bak mandi minimal seminggu sekali adalah cara pencegahan DBD yang paling utama. Kebiasaan ini dapat memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti.

 

  1. Bersihkan wadah penampung air

Jangan hanya berhenti sampai di kamar mandi. Kita juga perlu menguras dan membersihkan berbagai wadah lain di rumah yang menampung air. Perabotan seperti baskom, kaleng, vas atau pot bunga, ember, ban dan lain sebagainya dapat menjadi sarang bagi nyamuk jika tidak rajin dikuras. Biasakanlah menguras wadah-wadah air tersebut setidaknya dua kali seminggu sebagai langkah pencegahan demam berdarah di rumah. Setelah itu, tutup rapat wadah yang kemungkinan bisa menjadi sarang nyamuk. Buang wadah-wadah yang sudah usang dan tidak terpakai agar tidak jadi tempat genangan air.

 

  1. Pasang kasa dan kelambu nyamuk

Untuk mencegah nyamuk DBD masuk ke dalam rumah, Kita bisa memasang kasa pada setiap lubang ventilasi dan jendela.Kasa nyamuk ada berbagai macam, ada yang terbuat dari kawat, magnet, bahkan sampai jaring-jaring rapat yang tipis namun kuat menghalau masuknya nyamuk dari luar. Pencegahan demam berdarah juga perlu dilakukan dengan memasang kelambu di kamar tidur. Anda dapat memasang kelambu mengelilingi ranjang Anda atau menutupi ranjang bayi.

 

  1. Jangan menumpuk atau menggantung pakaian terlalu lama

Kebiasaan menunda-nunda melipat cucian dan membiarkannya menumpuk begitu saja? Jika tidak, apa kita justru terbiasa menggantung baju di balik pintu, atau menumpuk cucian kotor di pojokan kamar? Sebaiknya setop kebiasaan ini sebagai langkah pencegahan DBD. Membiarkan baju menumpuk atau tergantung begitu lama dapat menjadi tempat favorit untuk dihinggapi nyamuk. Hal ini dikarenakan nyamuk menyukai aroma tubuh manusia. Jika kita memang harus menyimpan kembali baju yang baru dipakai, lipat kemudian simpan pada tempat yang bersih dan tertutup.

 

  1. Gunakan lotion atau krim anti nyamuk

Lindungi diri dengan mengoleskan lotion anti nyamuk setiap kali akan bepergian keluar rumah atau ke tempat terbuka. Pilih lotion yang mengandung ekstrak serai, lavender, geranium, lemon balm, atau peppermint yang sudah terbukti tidak disukai nyamuk. Oleskan lotion terutama pada bagian tubuh yang tidak tertutupi pakaian.

 

  1. Gunakan pakaian tertutup

Kita akan lebih rentan digigit nyamuk pada malam hari. Maka sebagai cara pencegahan DBD dari diri sendiri, kenakanlah pakaian panjang yang menutupi kulit. Baik itu ketika kita di rumah maupun saat keluar rumah di malam hari.

 

  1. Fogging

Selain rutin melindungi rumah pakai obat nyamuk semprot atau obat nyamuk bakar, penting juga untuk membiasakan kegiatan foggingFogging adalah cara pencegahan demam berdarah (DBD) secara massal dengan penyemprotan obat nyamuk yang mampu menjangkau area lebih luas.

 

  1. Pangkas dan bersihkan tanaman liar di pekarangan rumah

Pekarangan hijau dan penuh bunga memang membuat penampilan rumah makin cantik dan apik. Namun, kita harus rajin-rajin merawatnya agar tidak malah jadi sarang nyamuk. Rerumputan lebat dan kumpulan ilalang liar yang tidak terawat dapat menjadi sarang nyamuk tersembunyi. Terlebih ketika di musim hujan, tidak semua airnya terserap ke dalam tanah. Kadang masih ada sisa-sisa genangan air yang bersembunyi di antara tanaman yang tumbuh liar. Nah, di sinilah nyamuk akan bebas berkembang biak menelurkan ribuan jentiknya.

 

  1. Hias rumah dengan tanaman anti nyamuk alami

Selain yang sudah disebut di atas, Anda dapat memanfaatkan alternatif alami lainnya sebagai cara pencegahan demam berdarah (DBD) di rumah. Misalnya, menghias interior rumah dengan tanaman pengusir nyamuk seperti serai wangi, bunga lavender, daun peppermint, dan bunga geranium (tapak dara).

 

Demikian tips pencegahan DBD yang utamanya adalah menjaga pola hidup bersih dan sehat, sama seperti virus Corona. Cintailah dirimu dan keluargamu dengan hidup bersih dan sehat.

 

 

 

Sumber:

https://www.liputan6.com/health/read/4285527/tren-kasus-dbd-berubah-di-2020-hingga-juni-masih-tinggi

https://fkm.unair.ac.id/tips-pencegahan-dan-pertolongan-pertama-terhadap-penderita-dbd/

https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/penyakit-musiman/cara-pencegahan-demam-berdarah-dbd/

 

Komentar via Facebook

Close