ArtikelKabar Dhamma

Waisak di Masa Pandemi Covid-19 Era Disruption

Oleh: Yo Ceng Giap

Saat ini lebih dari 121 negara dan wilayah di seluruh dunia telah terkena wabah Coronavirus Disease (Covid-19), bermula timbul di Wuhan, Cina. Virus ini menyebabkan penyakit saluran pernafasan dengan gejala-gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala dan demam. Di Indonesia, kasus ini pertama kali di umumkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 Maret 2020. Kasus pertama yang terjadi di Indonesia yaitu menimpa dua orang warga Depok, Jawa Barat.

Pada tanggal 11 Maret 2020 telah ditetapkan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Kasus COVID-19 di Indonesia terus meningkat sejak awal terkena wabah, hingga saat ini (9 Mei 2020) tercatat sebanyak 13.112 kasus, 9.675 dalam perawatan, 2.494 sembuh dan sebanyak 943 meninggal.

Pasang Iklan
Gambar 1. Grafik kasus COVID-19 di Indonesia
Sumber : https://covid19.go.id

 

Di masa pandemi ini, berbagai negara termaksud Indonesia telah memberlakukan pembatasan jarak sosial (social distancing), isolasi bagi yang terkena wabah, bahkan karantina mandiri. Hal ini dilakukan untuk mengurangi interaksi diantara orang-orang yang berada pada lokasi atau lingkungan yang sama guna mengurangi penyebaran virus tersebut.

COVID-19 juga berdampak pada sektor keagamaan, pemerintah mengajak kita semua agar tidak melakukan ibadah di tempat ibadah masing-masing agama. Sudah hampir dua bulan kami melakukan ibadah di rumah masing-masing. Sehingga hal ini berdampak pula pada perayaan keagamaan di masing-masing agama. Tidak ada perayaan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1942,  perayaan Wafat Isa Al Masih, Waisak bahkan Idul Fitri yang dilaksanakan di tempat ibadah masing-masing, tetapi semua dilakukan di rumah masing-masing.

Untuk perayaan Waisak 2564 BE tahun 2020, Dirjen Bimas Buddha melalui surat edaran No. B-844/DJ.VII/Dt.VII.I/BA.00/05/2020 mengajak semua umat Buddha di tanah air untuk merayakan dan menyambut detik-detik Waisak di rumah masing-masing melalui media live streaming. Hal ini pun disambut oleh para pengurus vihara atau organisasi keagamaan dan umat Buddha untuk melaksanakan ibadah Waisak di rumah masing-masing.

Disaat ini, saat dimana era disruption sudah mulai dirasakan oleh para umat Buddha khususnya, dan umat beragama lain pada umumnya. Kita “dipaksa” untuk menjalankan era disruption dengan menjalankan ibadah di rumah masing-masing, tentunya menggunakan peran teknologi informasi. Kondisi dahulu kita harus datang ke tempat ibadah masing-masing, di masa pandemi kita harus menjalankan ibadah di rumah masing-masing. Perubahan ini kita dapat jalankan dengan pemanfaatan teknologi informasi yang sudah berkembang dan sudah mulai familiar kita gunakan serta dukungan dari organisasi keagamaan yang memfasilitasi kegiatan ini. Era disruption mendorong kita untuk tetap melaksanakan ibadah dengan mengikuti puja bakti online, berdana melalui QRIS vihara yang diedarkan pada saat puja bakti online bahkan berdana untuk mendukung terlaksananya puja bakti online.

Para pengurus vihara atau organisasi keagamaan menyediakan media agar umatnya tetap dapat melakukan ibadah di rumah, misalnya dengan melakukan puja bakti online baik melalui aplikasi live streaming YouTube, Facebook, IG, zoom, WA Group, dan lainnya. Selama masa pandemi, penulis memantau beberapa vihara khususnya di Tangerang yang melaksanakan puja bakti online misalnya saja Sekolah Minggu Buddhis Vihara Siripada yang menggunakan media aplikasi zoom.

Mendekati peringatan Waisak, dahulu banyak vihara yang melakukan sepekan dalam dhamma, di masa pandemi ini pun vihara tetap dapat menjalankan sepekan dalam dhamma, tentunya menggunakan media online. Antusias umat pun dalam mengikuti sepekan dalam dhamma sangat tinggi, hal ini terlihat banyaknya umat yang mengikuti kegiatan sepekan dalam dhamma secara online.

(Baca juga: Bisnis Online, Transaksi Online, hingga Waisak Online )

Peringatan detik-detik Waisak pada tahun ini yaitu pada tanggal 7 Mei 2020 pukul 17.44.51 WIB. Pada tanggal tersebut, vihara atau organisasi keagamaan melakukan peringatan Waisak secara online salah satunya adalah menggunakan media live streaming YouTube. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh penulis terhadap 4 vihara atau organisasi keagamaan yang melakukan peringatan detik-detik Waisak menggunakan live streaming YouTube yaitu channel Medkom Sangha Theravada Indonesia, Buddha Dhamma Indonesia, Permabudhi dan Vihara Padumuttara.

Gambar 2. Channel YouTube Buddha Dhamma Indonesia
Sumber : https://youtube.com

Penulis melakukan pemantauan dan analisa terhadap 4 channel YouTube tersebut pada saat live streaming peringatan detik-detik Waisak sebagai berikut :

Tabel 1. Analisis Channel YouTube yang melaksanakan live streaming

Channel Tahun dibuat Jumlah Subscriber Video ditonton
Sebelum Pandemi Saat Waisak
Medkom STI 12 Juli 2017 735 2380 25115
Buddha Dhamma Indonesia 24 April 2019 3750 4210 11323
Permabudhi 20 Sept 2018 300 820 12525
Vihara Padumuttara 19 Juli 2019 1280 1290 545

Sumber : Analisis menggunakan socialblade.

 

Era disruption tidak memutuskan semangat umat Buddha untuk memperingati detik-detik Waisak, pada tabel di atas terlihat data pelaksanaan live streaming di 4 channel YouTube tersebut, terlihat jumlah video ditonton sangat tinggi hal ini menandakan bahwa umat Buddha tetap antusias melaksanakan peringatan detik-detik Waisak secara live streaming.

Era disruption juga membantu para pemilik channel YouTube untuk meningkatkan jumlah subscriber dan jumlah viewer. Terlihat perkembangan data yang signifikan dari jumlah subscriber dan viewer, sebelum masa pandemi dan saat peringatan Waisak. Era disruption mendorong kita untuk mengikuti perubahan dan dapat menjalankan perubahan sesuai dengan yang diharapkan.

Penulis mengutip sedikit pesan Waisak yang disampaikan oleh Y.M. Sri Pannavaro Mahathera, “siaplah menerima perubahan, perubahan adalah corak yang mungkin tidak dapat dihindari”. Hal ini sesuai pula dengan konteks era disruption, era dimana kita harus siap dan menjalankan perubahan dan kita tidak dapat menghindari perubahan tersebut.

Semoga di masa pandemi ini kita tetap dapat melakukan perbuatan baik, senantiasa diberikan kesehatan serta dijauhkan dari wabah COVID-19 ini. Semoga semua makhluk hidup berbahagia. Sadhu…. sadhu….. sadhu.

Komentar via Facebook

Close