BeritaNasional

Update Perkara Penodaan Agama Buddha melalui ITE dengan Terdakwa Leo Pratama Limas

Oleh: F. Sugianto Sulaiman

Foto diatas adalah Foto Sidang Ke II tanggal 1 Oktober 2020 hari kamis jam 14.00 WIB bertempat di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Acaranya Pemeriksaan saksi terhadap Perkara Penodaan Agama Buddha melalui ITE dengan Terdakwa Leo Pratama Limas.

 

Pasang Iklan

Saksi yang diperiksa ialah 4 orang yaitu Sugianto, Erwin, Lili Jayadi dan Purwanto. Saksi – saksi didengan keterangannya dibawah sumpah dalam persidangan terbuka untuk umum untuk menerangkan Tindak Pidana yang dilakukan oleh Terdakwa Leo. Saksi – saksi menerangkan mengenai isi Ceramah Leo yang bersifat menodai agama Buddha seperti Kwan Im yang dikatakan Leo sebagai Setan Air dan Setan Cengeng dst. Dewa dalam agama Buddha Maitreya dikatakan sebagai Tuhan Betina dst.

 

Disampaikan pula oleh Para Saksi mengenai Tindakan Leo yang menginjak – injak Kitab Suci , membakarnya dan mencelupkannya kedalam air padahal kitab- kitab itu dianggap suci oleh aliran Buddha Mahayana yaitu Sutra Maha Karuna Dharani (Ta Pei Cou) dan Sutra Intan atau Prasnya Paramitahrdaya Sutra. Disampaikan pula oleh Para saksi bahwa Leo juga menghina Tokoh Agama Buddha yaitu Bhiksu Pertama Indonesia Bhante Ashin Jinarakkhita Mahathera almarhum yang bahkan memperoleh bintang Maha Putra dari Negara namun oleh Leo dikatakan sebagai Petapa Dungu.

 

Yang menarik ialah Respon Terdakwa ketika ditanya oleh Majelis Hakim yang memeriksa Perkara ini. Terdakwa menjawab bahwa apa yang dilakukan adalah untuk menyadarkan umat Buddha yang tersesat. Kitab- kitab diatas bukan Kitab Suci tapi Kitab sesat. Jadi apa yang dilakukannya adalah kebenaran bukan Penodaan.

Majelis Hakim kemudian mempertanyakan kewarasan otak Terdakwa apa yang bersangkutan tidak terganggu jiwanya dan dijawab oleh Jaksa Terdakwa waras tidak gila. Jika ia gila tidak mungkin bisa membroadcast atau menyiarkan ajarannya yang bersifat Penodaan demikian Repotase sidang Leo tanggal 1 Oktober 2020. Sidang Pertama Leo tanggal 24 September 2020 acaranya Pembacaan dakwaan Leo. Leo didakwa melakukan Penodaan agama Buddha melalui ITE Pasal 28 ayat 2 Undang Undang ITE.

Komentar via Facebook

Close