BeritaDaerah

Umat Buddha Banten Gelar Doa bersama untuk Korban Bencana Selat Sunda

Oleh : Priski Setiawan

Tsunami yang melanda wilayah Provinsi Banten dan Lampung pada 22 Desember 2018 lalu kemungkinan besar disebabkan oleh longsor material vulkanik dari letusan Anak Gunung Krakatau. Pusat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geologi (PVMBG) mengumumkan lokasi longsoran diduga terjadi di sisi selatan dan barat daya anak gunung krakatau. Citra satelit-1 milik badan antariksa Eropa (ESA) juga menunjukkan adanya dugaan tersebut (25/12).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan, hingga Selasa (25/12) pukul 13.00 WIB, korban meninggal akibat bencana tsunami di perairan Selat Sunda telah mencapai 429 jiwa, 1.485 orang luka-luka, 154 dinyatakan hilang dan 16.082 orang mengungsi akibat bencana tsunami tersebut.

Pasang Iklan

Selasa, (01/01/19) Umat Buddha Provinsi Banten menggelar doa bersama untuk korban bencana Selat Sunda yang diadakan di Vihara Avalokitesvara Banten. Kegiatan ini diinisiasi oleh Forum Umat Buddha (FUB) Provinsi Banten, serta bekerja sama dengan berbagai lembaga/organisasi keagamaan Buddha antara lain yaitu, Keluarga Wanita Buddhis (KWB) Provinsi Banten, Forum Pemuda Buddhis (FORMABUDHI) Banten, DPP WALUBI Provinsi Banten dan DPP PERMABUDHI Provinsi Banten. Turut hadir juga Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kementerian Agama Provinsi Banten Bapak. Triroso, S.Ag., M.M, para Tokoh Agama Buddha, Maha Pandita T Harmanto, dan ketua dari berbagai majelis lembaga keagamaan Buddha Provinsi Banten.

Foto saat doa bersama (Foto : Romo Bibit Lesmana, S.H.)

 

Kegiatan doa bersama tersebut dipimpin langsung oleh Y.M. Bikkhu Phra Maha Ali Jutaliko Mahathera, dengan membacakan paritta suci serta mengajak Umat Buddha Provinsi Banten untuk melakukan pelimpahan jasa kebajikan untuk para korban bencana Selat Sunda.

Foto YM.Bhikkhu Phra Maha Ali Jutaliko Mahathera (Foto : Priski Setiawan)

 

 

“Diawal tahun 2019 mari umat Buddha di Provinsi Banten pada khususnya dan Indonesia pada umumnya untuk bersatu bersama memulai dengan melakukan kebajikan untuk korban bencana Selat Sunda yang diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan Bakti Sosial (Baksos) yang akan dilaksanakan pada 3 Januari 2019. Semoga dengan

 

Foto Sambutan Ketua Forum Umat Buddha (FUB) Provinsi Banten (Foto : Priski Setiawan)

 

bersatunya lembaga/organisasi kelembagaan Buddha di Provinsi Banten dapat bermanfat untuk masyarakat luas.” Ungkap Sambutan Ketua Forum Umat Buddha (FUB) Provinsi Banten Romo Yahya Santosa, S.E.

Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kementerian Agama Provinsi Banten Bapak.Triroso, S.Ag.  M.M. sangat mengapresiasi kepada Lembaga/Organisasi Buddha yang telah bersatu dan berkontribusi dalam membantu korban bencana Selat Sunda.

Foto Sambutan Pembimas Buddha Provinsi Banten (Foto : Priski Setiawan)

 

 

“Dimulai dengan berdoa bersama, membuat posko-posko tanggap darurat di beberapa daerah terjadinya bencana, serta penyerahan bantuan logistik. Semoga peran serta umat Buddha di Provinsi Banten Khususnya dan Indonesia umumnya bermanfaat bagi kehidupan masyarakat luas.” Pungkasnya.

Foto Bersama Lembaga/Organisasi Keagaman Buddha Bersatu (Foto : Navin Chen)

 

Setelah selesai do’a bersamaacara dilanjutkan dengan foto bersama, dan dana makan siang kepada Bhikkhu Sangha, Kemudian dilanjutkan dengan pemberkahan dan pelimpahan jasa.

Foto Dana Makan Siang Kepada Bhikkhu Sangha (Foto : Navin Chen)

 

 

Oleh : Priski Setiawan

Editor : Chrissa Gotami
Komentar via Facebook

Close