BeritaDaerahKabar Dhamma

Seminar Buddhist: Percayakah Akan Adanya Kelahiran Kembali?

Oleh: Rendy Arifin

Keluarga Mahasiswa Buddhis (KMB) Dhammasena Trisakti School of Management sukses mengadakan Magha Puja dan Seminar Buddhist 2562 BE/2019 pada minggu siang (10/03/2019) bertempat di The Palms Ballroom, Jakarta Barat. Dengan mengangkat tema “Percayakah Akan Adanya Kelahiran Kembali?”, panitia menghadirkan Bhikkhu Kamsai Sumano dan Phrakhru Baidika Bodhi sebagai pembicara. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI dan Trisakti School of Management.

Lahir Kembali atau Tidak?

Pasang Iklan

Sebagai seorang Buddhis, kelahiran kembali (punabhava) merupakan sesuatu yang diyakini. Kelahiran dan kematian bagaikan siang dan malam yang datang silih berganti.

“Jika kita ditanya sama orang yang berkeyakinan lain, coba dong kasih tahu… sebelum saat ini, kamu terlahir sebagai apa?”, tanya Toni Yoyo kepada ratusan audiens yang hadir.

“Apakah kamu bisa jawab?”, lanjutnya.

Tak lama, Toni Yoyo yang menjadi moderator pada seminar kali ini memanggil pembicara pertama, Bhante Kamsai untuk menjelaskan tema yang diangkat oleh panitia.

“Ada dua kepercayaan di dalam Buddhis. Pertama, percaya akan lahir kembali; kedua, percaya tidak akan lahir kembali,” papar bhante.

Semua yang dimaksud di atas memiliki sebab yang mana akan menimbulkan akibat. Perbuatan (Karma) dari badan jasmani, ucapan, dan pikiran akan menimbulkan akibat, baik ataupun buruk.

“Jadi semua yang ada di sini itu bisa check up. Saya akan lahir kembali atau tidak?” tambah bhante.

Ia menjelaskan bahwa jika kita masih memiliki kilesa, yaitu lobha (keserakahan), dosa (kebencian), dan moha (kebodohan batin), mau minta lahir kembali atau tidak, pasti akan lahir kembali karena sudah ada bibitnya. Bibit tersebut cepat atau lambat akan berbuah.

Ia juga menambahkan jika kita tidak ingin lahir kembali, harus mengembangkan kebijaksanaan. Melihat dengan jelas apa itu anicca (ketidak kekalan), dukkha (penderitaan), dan anatta (tanpa inti).

Kisah Nyata dan Warisan Dunia

Dalam kesempatan ini, Bhante Kamsai memutarkan video yang berisi kisah nyata tentang seorang pemuda di Thailand yang mengingat kehidupan masa lampaunya. Pada kehidupan lampaunya, pemuda tersebut banyak melakukan perbuatan buruk bersama teman-temannya. Menyadari akan perbuatan buruknya tersebut, ia mulai menjauhkan diri dari teman-temannya dan mulai membantu pembangunan vihara di dekat rumahnya. Sayangnya, pada suatu waktu ia dibunuh oleh teman-temannya karena telah meninggalkan kegiatan buruk yang biasa ia lakukan. Ia dimasukkan ke dalam karung dan dihanyutkan ke sungai. Saat ini pun, ia masih mengingat jelas kejadian tersebut dan merasakan dinginnya air sungai pada masa itu. Sebelum terlahir kembali menjadi manusia, ia juga menceritakan bahwa pernah terlahir sebagai setan di pohon bambu (sambil menunjukkan pohonnya) di dekat rumahnya. Hal ini tak terlepas dari kemelekatannya terhadap isteri dan anaknya yang ia tinggal mati. Sekarang ia lahir di desa yang berbeda, tapi masih dapat mengingat kejadian-kejadian masa lampaunya. Ia pun masih mengingat nama lengkapnya sendiri, isteri, dan teman-temannya. Video ini menggunakan Bahasa Thailand dan diterjemahkan langsung oleh Bhante Kamsai. Mengingat keterbatasan waktu, video ini tidak dapat diputarkan seutuhnya.

Dari cerita tersebut, bhante juga menjelaskan bahwa sejak lahir kita sudah memiliki 4 warisan dunia, yaitu lahir, tua, sakit, dan mati.

“Kalau sekarang kita sudah lahir, pasti akan mengalami sakit, kemudian tua, lalu mati. Tapi ada juga yang baru lahir langsung mati. Ada juga yang lahir, sakit terus mati, gak nyampe tua,” jelas bhante.

4 Cara Tumimbal Lahir

Bhante Bodhi dalam kesempatannya menjelaskan mengenai cara untuk tumimbal lahir. Ia menjelaskan bahwa di dalam Buddhis ada 4 cara suatu makhluk untuk tumimbal lahir:

  1. Jajabuja-Yoni: Makhluk yang lahir dari kandungan, seperti manusia, kuda, kerbau, dan lain-lain.
  2. Andaja-Yoni: Makhluk yang lahir dari telur, seperti burung, ayam, bebek, dan lain-lain.
  3. Sansedaja-Yoni: Makhluk yang lahir dari kelembaban, seperti nyamuk, ikan dan lain-lain.
  4. Opapatika-Yoni: Makhluk yang lahir secara spontan, seperti para dewa, brahma, setan dan lain-lain.

“Saat kita mau meninggal, kesadaran terakhir itulah yang akan membawa kita terlahir di alam mana. Maka dari itu, cobalah dari sekarang untuk terus melakukan kebajikan. Jangan pas sudah sekarat, baru panggil bhante untuk baca paritta,” ungkap bhante.

Puncak Agama Buddha

Bhante Kamsai menceritakan tentang pembicaraan orang bijak zaman dahulu.

  • A: Darimana?
  • B: Tidak tahu
  • A: Mau ke mana?
  • B: Tidak tahu
  • A: Tidak tahu?
  • B: Tahu

Kalau zaman sekarang, ketika ditanya hal-hal seperti itu pasti akan menjawab dari rumah, mau ke sekolah, dan lain-lain. Tapi kalau orang bijak beda. Ia menjelaskan maksud dari percakapan tersebut.

  • Yang pertama, darimana jawabnya tidak tahu. Maksudnya kamu tidak tahu dari alam mana.
  • Yang kedua, mau ke mana jawabanya tidak tahu. Maksudnya kamu setelah meninggal mau terlahir di alam mana
  • Yang ketiga, tidak tahu jawabnya tahu. Maksudnya kamu tahu akan lahir dan mati lagi

Bhante juga kembali menegaskan bahwa tujuan dari umat Buddha adalah Nibbana, bukan untuk terlahir kembali tanpa henti.

“Puncak agama Buddha adalah tidak terlahir kembali”, tutupnya.

 

Komentar via Facebook

Tags
Close

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<ins class="adsbygoogle"
style="display:block"
data-ad-format="fluid"
data-ad-layout-key="-ib+c-1l-47+dr"
data-ad-client="ca-pub-3950220369927210"
data-ad-slot="4948202095"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>