BeritaDaerah

Rayakan Hari Waisak dengan Bukber Lintas Iman di Banyuwangi

Oleh : Dwi Purnomo

“Vivādaṃ bhayato disvā, avivādañca khemato; Samaggā sakhilā hotha, esā buddhānusāsanī.” Setelah melihat bahaya pertengkaran dan keamanan karena bebas dari pertengkaran, hendaknya kalian hidup dengan persatuan dan cinta kasih. Ini adalah ajaran para Buddha. (Apadana, Syair 79).

Selasa (29/05) seluruh umat Buddha di penjuru Indonesia merayakan Hari Raya Waisak. Tak terkecuali umat Buddha di Vihara Dhammasanti Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi Jawa timur.  Menjelang pagi hari, Umat Vihara Dhammasanti berbondong-bondong menuju Vihara untuk menjalankan ibadah di hari Waisak. Suasana di vihara yang hening disertai lantunan doa membuat suasana semakin khusyuk. Para umat juga melakukan Pradaksina mengelilingi vihara sambil melantunkan ayat-ayat paritta suci.

Pasang Iklan

Sore hari, pukul 16.05 WIB umat Buddha vihara Dhammasanti kembali mempraktikkan Dhamma dengan mengundang perangkat desa, tokoh Banser, pemuda Ansor, pemuda dan tokoh gereja, dan umat muslim di sekitar lingkungan untuk berbuka puasa bersama di vihara . Sembari menunggu waktu berbuka puasa, beberapa tokoh menyampaikan pesan, harapan hingga apresiasi atas kegiatan ini. Acara dilanjutkan dengan berbagi takjil kepada pengendara bermotor/mobil yang melintas di depan vihara. Kegiatan buka bersama lintas iman terselenggara demi mewujudkan gotong royong, toleransi, dan menciptakan keharmonisan di wilayah desa Kandangan. Membangun toleransi dimulai dengan bertindak baik, bertutur kata yang santun serta berpikir positif. Seperti kutipan dalam Apadana 79, hidup dengan persatuan dan cinta kasih merupakan ajaran para Buddha.

Komentar via Facebook

Close