BeritaDaerah

Ratusan Pemuda dan Mahasiswa Buddhis Menggelar Aksi Penanaman 1000 Bibit Pohon

Oleh: Apdianto

Manusia sebagai individu  juga sebagai makhluk sosial (homosocius), artinya manusia tidak mungkin hidup sendiri tanpa individu lainnya dan karenanya manusia secara hakiki bersifat sosial. Sebagai individu  tentu manusia tergantung dan terlibat dengan sesamanya dalam hidup bermasyarakat. Selain itu manusia sebagai makhluk individu juga sebagai makhluk sosial menjadikan alam sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupannya.  Terlihat  secara spontan manusia dapat merasakan bahwa ia memerlukan alam didalam memenuhi kebutuhannya. Oleh sebab itu, kita sebagai manusia hendaknya menumbuhkan kesadaran untuk menjaga dan melesatrikan alam.

Semangat kalyanamitta (kebersamaan) menjadi sangat relevan ketika berbicara kondisi alam/lingkungan hari ini. Ketika kita dihadapkan pada persoalan dan berbagai dinamika lingkungan, harus dihadapi dan diselesaikan dengan semangat musyawarah kebersamaan. Nilai dan semangat gotong royong harus diimplementasikan dalam setiap sendi kehidupan masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi kalyanamitta (kebersamaan) dalam bermasyarakat. Mengingat bencana gempa bumi yang terjadi pada 5 Agustus 2018 lalu menyebabkan banyak pohon-pohon besar menjadi tumbang dan mati.  Oleh karena itu, ratusan generasi muda yang tergabung dalam Pemuda Buddhis Peduli Tegal Maja menggelar aksi “Penanaman 1000 Bibit Pohon” di Hutan Adat Orong Empak Panasan.

Pasang Iklan

Dalam laporannya saudara Apdianto selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa kegiatan “Penanaman 1000 Bibit Pohon”  yang difokuskan di Hutan Adat Orong Empak Panasan tepatnya di Dusun Tuban dan Dusun Panasan Daya, Desa Tegal Maja, Kec.Tanjung, Nusa Tenggara Barat (NTB)  ini diikuti oleh seluruh Pemuda Buddhis yang tergabung dalam Pemuda Buddhis Peduli Tegal Maja yang tersebar di beberapa dusun dari 15 vihara yang berada di DesaTegal Maja.

Kegiatan yang dilakukan kurang lebih 200-an orang pemuda Buddhis ini didukung oleh tiga organisasi kepemudaan, yaitu: DPD Sekber PMVBI NTB, PC HIKMAHBUDHI Mataram dan DPC PATRIA KLU. Selain itu saudara Apdianto menekankan bahwa “Penanaman 1000 Bibit Pohon” ini merupakan satu solusi dari sekian permasalahan yang ada pada masing-masing dusun di Desa Tegal Maja yang diberikan oleh para pemuda. Oleh karena itu, peran dan rasa kepedulian pemuda sangat dibutuhkan dalam membahas masalah-masalah sosial guna mencarikan solusi dalam mencapai perubahan menuju Desa Tegal Maja yang sejahtera.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antar Pemuda Buddhis di Desa Tegal Maja dalam mewujudkan rasa kepedulian terhadap kelestarian alam (hutan adat). Disamping itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi hutan adat sebagai penyeimbang alam setelah bencana gempa bumi 5 Agustus lalu yang banyak menyebabkan pohon-pohon menjadi tumbang dan mati serta banyaknya bangunan-bangunan suci yang menjadi tempat leluhur umat Buddha tidak terselamatkan.

Aksi “Penanaman 1000 Bibit Pohon” mendapat dukungan dan apresiasi dari Kepala Dusun Tuban, dalam sambutannya Sopianto menyampaikan bahwa kegiatan “Penanaman 1000 Bibit Pohon” ini adalah bagian dari tanggung jawab pemuda dalam menjaga dan melestarikan hutan adat. Disamping itu, ia juga menyampaikan bahwa kegiatan penghijauan seperti ini sangat penting dilakukan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan memberikan harmoni bagi kehidupan antara manusia dan alam yang nantinya memberikan manfaat bagi kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Tidak lupa kami segenap panitia “Penanaman 1000 Bibit Pohon” menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan ini berjalan lancar.

 

Komentar via Facebook

Close