BeritaDaerah

Rangkaian Sangha Dana Masa Kathina di Tangerang dimulai dari Vihara Sad Saddha

Oleh: Rendy Arifin

Pertengahan Oktober tahun ini merupakan waktu selesainya para bhikkhu menjalankan masa vassa selama tiga bulan lamanya. Mereka menghabiskan waktu untuk melatih diri dan memberikan pelayanan selama menetap di suatu vihara maupun tempat pelatihan lainnya. Setelah selesai masa vassa ini, maka masuklah masa Kathina, di mana para umat Buddha mendapatkan kesempatan untuk berdana kepada Bhikkhu Sangha (biasa dikenal dengan ‘Sangha Dana’) sebagai ungkapan terima kasih atas bimbingan mereka dan tentunya sebagai dukungan kepada mereka untuk terus melanjutkan kehidupan spiritualnya demi mencapai pembebasan mutlak, Nibbana.

Di Provinsi Banten sendiri, khususnya di wilayah Tangerang, jumlah umat Buddha terbilang banyak. Hal ini juga terlihat dari jumlah vihara maupun cetiya yang tersebar di berbagai kota dan kabupaten Tangerang. Maka tak heran, Perayaan Kathina Dana di Tangerang berlangsung setiap hari dari vihara satu ke vihara lain selama satu bulan penuh.

Pasang Iklan

“Banyak vihara yang meminta perayaan di hari Sabtu atau Minggu. Katanya banyak pengurus yang kerja kalau di hari biasa. Bhante juga maunya begitu, tapi kan waktunya tidak cukup. Jadi mau di hari apa pun tidak masalah”, papar Bhikkhu Cittanando yang saat ini menjabat sebagai Padesanayaka Sangha Theravada Indonesia (STI) Provinsi Banten.

Baca juga: Kathina, Bulan Penuh Berkah

Rangkaian Perayaan Kathina Dana tahun ini dimulai pada hari Senin, 14 Oktober 2019 di Vihara Sad Saddha, Tangerang. Sekitar 800 umat Buddha hadir memadati berbagai ruangan vihara bahkan sampai area parkir dan pinggir jalan. Perayaan tersebut dihadiri oleh 11 bhikkhu, diantaranya Bhikkhu Subhakaro, Bhikkhu Cittanando, Bhikkhu Abhayanando, Bhikkhu Hemadhammo, Bhikkhu Virasilo, Bhikkhu Gunaseno, Bhikkhu Ratanajayo, Bhikkhu Jayaseno, Bhikkhu Cattaseno, Bhikkhu Santaseno, dan Bhikkhu Atthaseno.

Umat Buddha sedang melakukan Sangha Dana kepada Bhikkhu Sangha

Bhikkhu Cittanando dalam ceramahnya menyampaikan empat macam kebutuhan pokok bhikkhu, yakni pakaian (jubah), makanan, tempat tinggal (kuti), dan obat-obatan. Beberapa kali juga bhante menyampaikan pengalamannya memberikan pelayanan di berbagai daerah, salah satunya di Kalimantan.

“Kalau di Kalimantan dulu bhante sering pelayanan dibonceng naik motor karena memang akses jalannya sulit. Ya kalau di Tangerang-kan sudah kota, kalau sering dibonceng naik motor nanti jadi viral”, candanya.

Tidak hanya dihadiri oleh Bhikkhu Sangha, Atthasilani, Romo Pandita, dan umat Buddha di Tangerang, perayaan kali ini dihadiri juga oleh pejabat setempat, diantaranya Bapak Lurah Mekarsari, Babinsa Mekarsari, Binamas Mekarsari, Ketua RW 06, dan Paguyuban Manuk Dadali.

Foto bersama panitia dan pejabat setempat setelah usai Perayaan Kathina Dana

 

Komentar via Facebook

Tags
Close