BeritaDaerah

Perayaan Cap Go Meh Dijadikan Momentum Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Keluarga Buddhis

Oleh: Priski Setiawan

Sebagaimana yang diketahui bahwa pada umumnya, Perayaan Cap Go Meh merupakan perayaan yang dilakukan secara turun temurun hingga kini dan diperingati masyarakat Tionghoa yang menganut Tridharma sebagai hari raya religius umat Taoisme, Buddhis, dan Konghucu. Perayaan Cap Go Meh itu sendiri jatuh pada tanggal 15 (lima belas) bulan pertama tahun baru Imlek. Menurut tradisi masyarakat Tiongkok, setelah dilangsungkannya Cap Go Meh, maka berakhirlah seluruh Perayaan Tahun Baru Imlek.

Foto bersama Panitia Perayaan Cap Go Meh 2570/2019 (Foto: Hardi)

Dalam rangka memeriahkan Hari Raya Cap Go Meh 2570/2019, Forum Umat Buddha (FUB) Provinsi Banten, Keluarga Wanita Buddhis (KWB) Provinsi Banten, dan Forum Pemuda Buddhis (Formabudhi) Provinsi Banten menyelenggarakan Perayaan Festival Cap Go Meh 2570/2019 pada Sabtu lalu (23/02/2019). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang yang dalam hal ini diwakilkan oleh Drs. Tasman Sonjaya, Kepala Desa Neglasari Elong Royani, S.Sos., S.Kom, dan Pembimas Buddha Provinsi Banten Triroso, S.Ag.,M.M.

Pasang Iklan
Sambutan Ketua Panitia, Pdt. Mad. Handa Yonata (Dok. Panitia)

“Perayaan Hari Raya Cap Go Meh ini diselenggarakan untuk melestarikan budaya serta melakukan pemberdayaan ekonomi kreatif warga sekitar. Jadi, warga sekitar dapat berjualan kuliner tradisional benteng. Oleh sebab itu, panitia mengusung tema Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Keluarga Buddhis,” papar Pdt. Mad. Handa Yonata selaku ketua panitia.

Fangsheng ikan di bantaran Sungai Cisadane (Foto: Priski Setiawan)

Acara diawali dengan pelepasan makhluk hidup (Fangsheng) dengan harapan dapat memberikan kesempatan untuk terus hidup kepada makhluk lain. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan barongsai serta kesenian tradisional lainnya, seperti, Tarian Sirih Kuning dari Cide/Kode Benteng, Kesenian Tehyan dari warga setempat Kampung Tehyan dan kesenian tradisional lainnya.

Penandatanganan MOU antara FUB Banten dengan Koperasi Maju (Dok. Panitia)

Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (Memorantum of Understanding/MOU) antara Forum Umat Buddha (FUB) Provinsi Banten dengan Koperasi Maju. Dalam penandatangananan tersebut didampingi oleh Ketua Keluarga Wanita Buddhis (KWB) Provinsi Banten dan Ketua Forum Pemuda Buddhis (FORMABUDHI) Provinsi Banten, yang mana di dalam nota kesepahaman tersebut  berisi poin-poin sebagai berikut :

  1. Koperasi Maju bersedia untuk menjadi mitra dalam pemberdayaan umat FUB Provinsi Banten dalam bidang:
  • a. Manajemen diri
  • b. Manajemen usaha mikro dan kecil

2. Dalam kapasitasnya sebagai mitra, Koperasi Maju bersama dengan FUB Provinsi Banten sepakat untuk menyelenggarakan kegiatan di bawah ini :

  • a. Kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk umat FUB Provinsi Banten dalam bentuk workshop dan seminar.
  • b. Pendampingan peningkatan kapasitas umat FUB Provinsi Banten melalui Kelompok Tumbuh Bersama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KTB UMKM).

3. Umat FUB Provinsi Banten yang telah bergabung menjadi anggota Koperasi Maju mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan anggota Koperasi Maju lainnya.

Dalam acara tersebut juga panitia memberikan voucher kuliner kepada warga setempat yang tinggal di bantaran Sungai Cisadane, dengan harapan semoga warga setempat khususnya yang tinggal di bantaran Sungai Cisadane dapat menikmati kuliner tradisional benteng, seperti Lontong Cap Go Meh.

Foto saat pembagian voucher kuliner (Dok. Panitia)
Komentar via Facebook

Close