BeritaNasional

Penguatan Pendidikan Karakter dan Revolusi Mental bagi Mahasiswa

Oleh : Gendhika Mahesajayya dan Kevin Bulyono

Tahun ini Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI kembali mengadakan Pembinaan Mahasiswa Buddhis Nasional di Hotel The Rich Jogja, Yogyakarta. Kegiatan ini diadakan pada tanggal 28 Mei – 31 Mei 2018 yang diikuti oleh 270 mahasiswa. Kegiatan pembinaan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Supriyadi. Agus Sartono dan Hamry Gusman Zakaria menjadi salah satu pembicara yang dihadirkan oleh panitia.

 

Pasang Iklan

Penguatan Pendidikan Karakter bagi Mahasiswa

Agus Sartono  merupakan perwakilan dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) yang berada dibawah naungan Puan Maharani. Kemenko PMK sendiri membawahi delapan kementerian, yaitu Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian Desa Pembangunan dan Daerah Tertinggal, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga. Ia sendiri mempunyai tanggung jawab dalam mengkoordinir tiga kementerian yang ada dalam Kemenko PMK, yaitu Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi. Pada kesempatan ini, ia menjelaskan tentang fungsi serta peran Kemenko PMK, penguatan karakter bangsa, dan penggunaan media sosial yang bijak.

Ada sembilan program prioritas yang dilakukan Kemenko PMK, yaitu (1) Peningkatan kualitas hidup manusia; (2) Penanggulangan kemiskinan; (3) Program jaminan; (4) Pelayanan kesehatan; (5) Program pendidikan; (6) Pembangunan keluarga; (7) Perlindungan wanita dan anak; (8) Perlindungan kaum marjinal; serta (9) Pengelolaan dampak bencana.

Program – program tersebut diatas sudah mulai dirasakan dan kedepannya akan terus dikembangkan, seperti meningkatnya pembangunan desa serta pemberdayaan masyarakat; peningkatan Science dan Techno Park; serta revitalisasi pendidikan vokasional untuk angkatan siap kerja.

Dalam pemaparannya, Agus juga menjelaskan pentingnya membangun Karakter Bangsa melalui pendidikan formal, serta keterlibatan keluarga dalam membangun karakter seorang anak. Hal ini semata – mata dilakukan untuk menghadapi bonus demografi Indonesia di tahun 2045 agar generasi berikutnya mempunyai keterampilan yang dapat berkompetisi secara global. Pendidikan penguatan karakter juga merupakan bentuk deradikalisasi untuk mencegah adanya aksi – aksi terorisme.

 

Lima Revolusi Mental

Di era modern ini, seluruh negara di dunia berlomba-lomba mengukuhkan diri menjadi bangsa yang kokoh, makmur, dan sejahtera, termasuk Indonesia. Untuk mewujudkan hal itu, Indonesia memerlukan agen-agen perubahan yang siap untuk melakukan misinya, yaitu generasi muda. Namun, bukan hanya sekadar pemuda biasa, melainkan pemuda dengan karakter berlandaskan prinsip yang sesuai dengan integritas bangsa dan mampu membawa Indonesia menuju era baru yang sebenarnya.

Dalam kesempatan ini, Hamry Gusman Zakaria salah satu motivator terkenal di Indonesia, menyampaikan suatu materi bertemakan lima pilar revolusi mental.

“Revolusi mindset, asas kemandirian, strategi, skill penunjang, dan evaluasi merupakan kelima pilar utama yang wajib ditanamkan di seluruh pikiran dan batin pemuda Indonesia”, papar Hamry.

Pada satu kesempatan, pernyataan Hamry tersebut mengundang pertanyaan dari salah satu peserta.

“Apakah sudah sewajibnya kelima pilar revolusi mental mutlak untuk dikuasai dan diterapkan seluruhnya untuk meraih keberhasilan di masa yang akan datang?”, tanya Tommy Purnomo yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Keluarga Mahasiswa Hindu Buddha (KMHB) Universitas Negeri Jakarta.

“Jalani semaksimal mungkin. Semakin banyak pilar yang mampu untuk diterapkan, maka percepatan untuk meraih keberhasilan akan semakin tinggi”, jawab Hamry.

Kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan setiap pilar revolusi dalam seluruh jiwa pemuda Indonesia guna mempersiapkan generasi muda yang turut berpartisipasi dan berlandaskan ambisi yang kuat. Generasi muda ini yang kelak mendorong Bangsa Indonesia merengkuh era yang baru dengan status bangsa yang kokoh, makmur, dan sejahtera.

Komentar via Facebook

Close