Berita

New Normal, Hidup Biasa di Tengah Pandemi

Oleh: Rendy Arifin

Kian hari jumlah kasus COVID-19 di Indonesia semakin meningkat. Hingga 29 Juni 2020, dilaporkan total kasus yang positif berjumlah 55.092 orang, 23.800 orang dinyatakan sembuh, dan 2.805 orang meninggal dunia. Meskipun demikian, New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sudah digaungkan oleh pemerintah. Seperti pembukaan kembali mall, tempat makan (dine-in), tempat rekreasi, hingga rumah ibadah. Tentunya semua itu dengan protokol kesehatan yang ketat. Tak bisa dipungkiri meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia bukan hanya karena lambatnya penanganan tapi juga masyarakat Indonesia yang tidak disiplin mengikuti imbauan pemerintah. Misalnya dengan tidak mudik, tapi masih ada yang memaksa mudik; mengambil paksa jenazah pasien COVID-19, padahal sudah ada prosedur pemakamannya; menjaga jarak atau tidak berkerumun tapi masih suka nongkrong di kafe bahkan ada juga yang demo mengumpulkan massa.

 

Pasang Iklan

Perbandingan COVID-19 di ASEAN

Saat ini Indonesia menjadi negara tertinggi kasus COVID-19 di ASEAN, disusul oleh Singapura dan Filipina. Indonesia juga masih memiliki kasus aktif tertinggi dibanding negara lainnya.

 

Negara Total Kasus Kematian Kasus Aktif Total Penduduk Persentase Kasus dari Jumlah Penduduk
Indonesia 55.092 2.805 28.487 273.508.250 0,020%
Singapura 43.907 26 5.896 5.850.161 0,751%
Filipina 36.438 1.255 25.227 109.571.275 0,033%
Malaysia 8.637 121 182 3.236.319 0,267%
Thailand 3.171 58 57 69.799.761 0,005%
Vietnam 355 0 20 97.334.632 0,000%
Kamboja 141 0 11 16.717.346 0,001%
Brunei 141 3 0 437.459 0,032%
Timor Leste 24 0 0 1.318.201 0,002%

Tabel perbandingan kasus di negara ASEAN (update 30 Juni 2020 15.00 WIB)

 

Angka kematian di Indonesia juga terbilang tinggi, hampir tiga ribu orang. Disusul oleh Filipina yang sudah lebih dari seribu orang. Singapura dengan total kasus positif sebanyak 43.907 orang, tercatat hanya 26 orang yang meninggal dunia. Selain Indonesia dan Filipina, angka kematian karena COVID-19 di negara ASEAN masih tergolong normal (terkendali).

Grafik persentase kematian COVID-19 di negara ASEAN

 

 

Tepatkah New Normal?

Pemerintah tentunya sudah mempertimbangkan berbagai hal, baik dari segi kesehatan, ekonomi, sosial, dan lainnya. Namun dengan jumlah kasus aktif yang masih tinggi dan penambahan kasus positif setiap harinya, apakah sudah tepat untuk melakukan New Normal?

Grafik kasus aktif COVID-19 di negara ASEAN

 

 

Jika melihat grafik tersebut, Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja, Brunei, dan Timor Leste sudah layak untuk memulai kehidupan baru atau new normal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Indonesia yang jumlah kasus positif setiap harinya meningkat, bisa dibilang terburu-buru untuk memulai new normal. Ibarat panci bolong yang sedang ditambal (belum kering) tapi segera diisi air. Pekerjaannya akan bertambah, yang tadinya hanya mengeringkan bagian yang ditambal, sekarang memastikan air yang masuk tidak terbuang percuma karena bocor. Meskipun demikian, pemerintah tidak sembarang membuat new normal karena mereka melihat zona atau jumlah kasus yang terdapat di setiap daerah.

 

 

Memulai Kebiasaan Baru

Jika kita melihat tabel di atas, jumlah kasus COVID-19 hanya sebesar 0,02% jika dibandingkan dengan total penduduk Indonesia. Kecil sekali memang tapi itu tidak bisa menjadi acuan. Yang harus menjadi acuan kita adalah jumlah kasus di setiap daerahnya. Kita bisa kunjungi https://covid19.go.id/ untuk melihat jumlah kasus daerah kita. Jika penambahan kasus masih banyak, perhatikan kembali protokol kesehatan yang sedang dijalankan dan jangan keluar rumah apabila tidak penting. Berikut beberapa tips menghadapi new normal:

  1. Wajib pakai masker apabila ke luar rumah
  2. Jangan pergi ke mall atau tempat hiburan terlebih dahulu. Lebih baik pembelian melalui online store dan sejenisnya
  3. Tunda dulu makan langsung di tempat. Masih bisa take away atau pesan melalui ojek online
  4. Gunakan kendaraan pribadi. Apabila mengharuskan naik transportasi umum, jaga jarak dan gunakan pelindung wajah (face shield) agar lebih aman
  5. Hindari kerumunan seperti olahraga di tempat yang ramai, nongkrong dipinggir sungai, perayaan atau pesta-pesta
  6. Makan dan minum yang sehat. Jika perlu tambah asupan vitamin. Jangan lupa juga untuk berolahraga tanpa harus beramai-ramai
  7. Selalu sediakan hand sanitizer di kantong atau tas dan gunakan setelah memegang sesuatu di tempat umum
  8. Gunakan pembayaran non tunai

 

Disiplin menjadi poin yang paling penting dalam menghadapi COVID-19. Jika kita disiplin dan mengikuti imbauan dari pemerintah dengan baik, niscaya jumlah kasus COVID-19 akan menurun. Inilah waktunya kita berkontribusi untuk negara.

Komentar via Facebook

Close