ArtikelBeritaDaerahKabar Dhamma

Menyerapi Ajaran Mindfulness dalam “Walk With Me” Thich Nhat Hanh

Oleh : Agus Mulyono

Meditasi merupakan praktik ajaran guru agung Sang Buddha untuk mencapai pembebasan dari penderitaan yang tentu pada umumnya dilaksanakan oleh umat Buddha di mana pun berada. Namun siapa sangka ternyata meditasi justru dapat dikemas agar semua orang dapat mempraktikkan dan melatihnya tanpa harus menjadi umat Buddha. Seperti itulah yang diajarkan oleh Thay, sebutan akrab untuk Bhikkhu Thich Nhat Hanh, seorang petapa kelahiran Vietnam yang mengasingkan diri ke Perancis dan mendirikan sebuah vihara bernama Plum Village yang kemudian terkenal karena mengajarkan praktik meditasi mindfulness everywhere.

Ia mengajarkan bahwa kebahagiaan yang harus dirasakan adalah momen kekinian. Bukan pola hidup kekinian yang mengikuti modernisasi tetapi merupakan konsep dengan menyadari sepenuhnya momen saat ini yang sedang dilakukan, dirasakan, dan dipikirkan. Kesadaran pada napas masuk dan keluar menjadi awal untuk membangkitkan kesadaran pada saat ini. Konsep meditasi yang diajarkan bukan meliputi hanya saat duduk saja, tetapi juga pada saat berjalan, berdiri, bahkan saat menggosok gigi, serta berada di dalam toilet.

Pasang Iklan

Keseharian kegiatan retret dan pencerahan itulah yang kemudian digambarkan dalam sebuah film berjudul Walk With Me. Sebuah film dokumenter yang ditayangkan oleh SIDDHI (Sarjana dan Profesional Buddhis Indonesia) di Prasadha Jinarakkitha, Jakarta yang dibawakan oleh Bhikkhu Nyanabadhra. Ada keunikan tersendiri dalam film ini, karena narasi dari film ini dibacakan oleh aktor terkenal pemeran utama Dr. Strange dalam serial marvel, yaitu Benedict Cumberbatch. Hal lainnya yang membuat film dokumenter ini sangat menarik adalah di mana semua pengambilan gambar dilakukan tanpa ada pengaturan gerakan dan lainnya, semua diambil secara natural dan tanpa setting adegan. Semua kegiatan pelatihan diri dan hal-hal yang dilakukan di Plum Village tergambarkan dengan nyata tanpa ada rekayasa yang bahkan mengajak semua penontonnya untuk turut mempraktikkan mindfulness dan kembali ke napas.

Film ini ditayangkan oleh SIDDHI bekerja sama dengan Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) dan Yayasan Prasadha Jinarakkhita pada tanggal 2 dan 10 Juni 2018 di Prasadha Jinarakkitha, Jakarta. Pada hari Sabtu lalu (02/06), kegiatan ini diikuti kurang lebih 40 peserta dari berbagai golongan, baik dari mahasiswa, pemuda, dan juga orang tua. Tujuan dari penayangan film ini adalah untuk menyadarkan semua orang agar lebih menyadari apa yang dilakukan, dirasakan dan dipikirkan pada setiap aktivitas sehingga dapat menyerapi setiap momen yang dilalui dengan baik.

Komentar via Facebook

Close