ArtikelKabar Dhamma

Mata Pencaharian Benar Bagi Umat Buddha

Oleh: Rendy Arifin

Selain itu, Sang Buddha menyebutkan bahwa penghidupan salah dapat terjadi apabila dilakukan dengan cara sebagai berikut: (Mahacattarisaka Sutta, MN 117)

Pasang Iklan

1. Kebohongan

Melakukan suatu pekerjaan dengan tidak jujur. Misalnya mengatakan bahwa barang ini kualitas A padahal kualitas B (lebih rendah).

2. Penghianatan/Ketidaksetiaan

Pekerjaan dilakukan dengan melanggar janji, tidak sesuai dengan kesepakatan. Misalnya penjualan properti yang seharusnya mendapatkan komisi 5% namun hanya dibayarkan 3%.

3. Peramalan

Pekerjaan yang berkaitan dengan ramalan-ramalan dan ketidakpastian.

4. Penipuan/Kecurangan

Suatu Pekerjaan dilakukan dengan menipu atau berbagai bentuk tipuan atau hal-hal curang lainnya. Misalnya menjual besi yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditawarkan atau yang dikirimkan adalah besi banci.

5. Riba/Lintah Darat

Pekerjaan dilakukan dengan mencari keuntungan tidak wajar dan sangat berlebih-lebihan. Contohnya menjual barang dengan harga dua kali atau lebih.

Jadi suatu mata pencaharian benar bisa saja menjadi salah apabila dilakukan dengan cara yang salah. Misalnya seorang penjual berdagang barang elektronik (bukan salah satu dari mata pencaharian salah), namun si penjual memalsukan barang yang dijual, tidak sesuai dengan spesifikasinya. Si penjual melakukan cara yang salah sehingga ia melakukan penghidupan salah. Menggaji pekerja terlalu rendah, membayar gaji tidak sesuai jam kerja juga dapat menjadikan suatu penghidupan benar menjadi salah.

Suatu mata pencaharian yang membahayakan makhluk lain, jelas ditolak dalam ajaran Buddha dan dianjurkan untuk tidak dilakukan. Namun demikian, bentuk-bentuk penghidupan lain yang membuat keserakahan semakin membesar juga perlu dipertimbangkan ulang sebelum dilakukan.

Referensi:
https://pustaka.dhammacitta.org/ebook/umum/Penghidupan%20Benar.pdf
Komentar via Facebook

Previous page 1 2
Tags
Close