ArtikelKabar Dhamma

Mata Pencaharian Benar Bagi Umat Buddha

Oleh: Rendy Arifin

Mata pencaharian benar (sammāājīva) merupakan salah satu unsur dari Jalan Mulia Berunsur Delapan yang masuk dalam kelompok moralitas (sīla). Mata pencaharian benar atau biasa disebut juga dengan penghidupan benar adalah wujud dari pikiran, ucapan, dan perbuatan benar yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Di dalam kitab Tipitaka, disebutkan berulang-ulang bahwa penghidupan benar adalah penghidupan yang meninggalkan penghidupan salah, mempertahankan kehidupannya dengan penghidupan yang benar (SN 45.8).

Pandangan Benar tetap menjadi dasar dalam memahami suatu penghidupan apakah benar atau salah. Selain itu, penghidupan benar berkaitan juga dengan usaha benar dan perhatian benar (unsur ke-6 dari Jalan Mulia Berunsur Delapan). Sang Buddha mengatakan, “Seseorang melakukan usaha untuk meninggalkan penghidupan salah dan memasuki penghidupan benar; inilah usaha benar seseorang. Dengan waspada/perhatian penuh dia meninggalkan penghidupan salah, dengan waspada atau penuh perhatian ia masuk dan berdiam di dalam penghidupan benar; inilah perhatian benar seseorang. Demikianlah tiga keadaan ini bergerak dan berputar di sekeliling penghidupan benar, yaitu pandangan benar, usaha benar, dan perhatian benar.” (Maha-cattarisaka Sutta, MN 117.33)

Pasang Iklan

Penghidupan menjadi salah ketika dilakukan dengan pikiran, ucapan dan perbuatan salah serta merugikan atau membuat penderitaan bagi makhluk lain. Ada lima perdagangan yang wajib dihindari oleh para perumah tangga (gharāvāsa), yaitu: (AN III, 207)

1. Menjual senjata

Suatu alat dinamakan senjata karena memang digunakan untuk melukai, membunuh, memusnahkan, dan menghancurkan makhluk hidup.

2. Perdagangan makhluk hidup

Makhluk hidup di sini adalah manusia dan hewan yang disiksa maupun dibunuh untuk berbagai kepentingan. Penjual hewan peliharaan seperti anjing, kucing, atau ikan hias tidak masuk dalam kategori ini.

3. Menjual daging

Sang Buddha tidak menyarankan pekerjaan ini karena produsen daging memperoleh hasilnya dari pembunuhan banyak makhluk hidup.

4. Menjual racun

Sudah sejak dahulu kala racun digunakan untuk melukai atau membunuh makhluk hidup, baik itu manusia maupun hewan.

5. Menjual barang-barang yang memabukkan dan membuat ketagihan

Makna barang (minuman) memabukkan adalah segala sesuatu yang menyebabkan lemahnya kesadaran, hilangnya kesadaran. Dalam hal ini segala sesuatu yang menyebabkan ketagihan juga dapat dikategorikan dalam kelompok ini.

Komentar via Facebook

1 2Next page
Tags
Close