ArtikelBeritaDaerah

Manfaat Meditasi bagi Kesehatan Jasmani

Oleh : Joni Setiyawan

Minggu (03/06) Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya menyelenggarakan Talk Show yang bertajuk “Manfaat Meditasi Bagi Kesehatan”. Pembukaan acara ini dimulai dengan hiburan tarian Domikado yang dibawakan oleh para umat manula Vihara Dhammacakka dan dilanjutkan dengan persembahan lagu-lagu Buddhis dari Vihara Padumuttara Tangerang. Para manula yang terlibat, terlihat sangat bugar dan antusias membawakan tarian dan juga nyanyian.

Sebelum memasuki acara inti, Titik Puspa yang merupakan artis senior membagikan pengalamannya mendapatkan manfaat kesehatan melalui meditasi. Artis yang juga kerap disapa Eyang Titik ini, dulu pernah mengalami sakit kemudian mendaftar pelatihan meditasi. Eyang menjelaskan seluruh proses selama meditasi hingga akhirnya sembuh dari penyakitnya.

Pasang Iklan

Acara talk show yang dipandu Roby Oktober ini kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama oleh Bhante Santacito.  Dalam kesempatannya,  Bhante menyampaikan bahwa meditasi mempunyai efek bagi jasmani. Bhante juga menyakini tidak ada satu pun manusia yang tidak mau sehat. Jasmani terbentuk dan mengalami pelapukan, hal ini tidak bisa dihindari. Manusia pasti mengalami sakit, usia tua, dan kematian.

Namun ada hal yang membedakan tentang bagaimana manusia menghadapi pelapukan. Orang bijaksana menghadapi pelapukan dengan :

  1. Tidak menderita secara batiniah. Berbeda dengan orang yang tidak bijaksana, batin mereka menjadi cemas dan tidak menerima kondisi sakit.
  2. Tidak memunculkan pikiran-pikiran negatif ketika penyakit itu muncul, karena 85% penyakit yang muncul berasal dari pikiran kita. Pikiran-pikiran negatif itu kemudian memunculkan sebuah zat cortisol. Zat cortisol jika berlebihan akan memunculkan berbagai penyakit. Zat ini dapat merusak tubuh dan mempengaruhi kekebalan tubuh.

Pada zaman Buddha, ada seorang Brahmana bertanya “kenapa saat membaca mantra kadang hafal dan kadang tidak ?”

Kemudian Buddha menjawab, “ketika batin dikuasai oleh rintangan batin, maka ingatan akan sulit untuk menghafal.”

Melatih Pikiran Menjadi Positif

Memunculkan zat dopamine dapat memberikan efek pada jasmani yaitu membuat jasmani menjadi sehat. Sebuah penelitian membuktikan bahwa  orang yang rutin bermeditasi kesehatan tubuhnya menjadi semakin membaik. Beberapa sumber penyakit yang dapat menjangkiti jasmani bisa berasal dari makanan, iklim, perbuatan, dan pikiran.

Dalam Buddhisme, batin dan jasmani berhubungan sangat erat. Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya, bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya. Demikian tertuang di dalam ayat suci Dhammapada. Untuk itu penting sekali melatih dan menjaga pikiran agar senantiasa dipenuhi energi positif.

Bagaimana Meditasi Memengaruhi Kesehatan Jasmani ?

Meditasi citta-bhavana adalah meditasi tentang pengembangan batin, artinya meditasi yang melatih pikiran kita agar dipenuhi dengan pikiran-pikiran positif. Meditasi dalam agama Buddha tidak hanya meditasi pikiran melainkan meditasi dalam segala aktivitas kehidupan sehari hari. Meditasi berjalan, duduk, makan, atau berbaring, selama kondisi batin seimbang, selaras dan damai. Pikiran yang tidak dikuasai energi negatif akan memengaruhi jasmani menjadi lebih sehat.

Dalam pemaparan materi ini juga disebutkan beberapa manfaat meditasi, seperti :

  1. Manfaat meditasi berjalan

Membuat kesehatan jasmani dan pencernaan seimbang

  1. Meditasi cinta kasih

Tidur menjadi lebih nyenyak dan bangun dalam keadaan bugar

  1. Meditasi dengan jasmani (pernapasan)

Kekebalan tubuh bertambah

  1. Meditasi memusatkan perhatian

Secara fisik menjadi lebih sehat dan fit.

Beberapa gangguan umum dalam meditasi :

  1. Malas
  2. Mudah bosan, tidak konsisten
  3. Tidak memperoleh manfaat
  4. Alasan terlalu sibuk
  5. Merasa tidak mampu

Pembicara kedua yang hadir adalah seorang dokter bernama Mettasari. Ia menceritakan tentang beberapa kasus dari pasiennya yang mengalami sulit tidur dan menganjurkan mereka untuk bermeditasi. Hasilnya, mereka mendapatkan manfaat dari meditasi ini. Di dalam dunia kedokteran, meditasi sudah diteliti sejak lama. Adapun meditasi diteliti sebagai pengobatan penyakit, diantaranya asma, kanker, dan kecanduan (rokok,alkohol,narkoba). Ia juga menyampaikan bahwa meditasi dapat memberikan efek bagi para pekerja, salah satunya menjadikan mereka lebih senang, antusias dan efektif dalam bekerja. Pecandu alkohol dan rokok juga dapat berkurang melalui pelatihan meditasi ini.

Dalam pemaparannya, ia menyampaikan terdapat beberapa kondisi yang baik untuk bermeditasi, diantaranya lingkungan yang tenang, posisi badan rileks, serta memusatkan perhatian netral atau luhur. Pikiran dapat dikendalikan melalui meditasi. Dengan meditasi ini pula seseorang dapat meningkatkan kesehatan fisik, mencapai kedamaian, dan juga kemajuan spiritual.

Selain pemaparan dari para narasumber, acara ini juga menghadirkan tamu spesial yang membagikan testimoni dan pengalamannya sembuh dari penyakit lupus berkat rutin melakukan meditasi. Veronica menceritakan kondisinya yang pernah mengalami sakit lupus. Pada tahun 1997, ia mulai  mengikuti retret meditasi dan rutin melakukannya di rumah hingga akhirnya sembuh dari penyakit tersebut.

Acara ditutup dengan belajar olahraga otak bersama dengan Lina yang merupakan seorang psikolog. Para peserta diajak untuk melatih pemusatan perhatian melalui olahraga otak ini. Melalui acara ini diharapkan seluruh peserta yang hadir dapat memahami dan mempraktikkan meditasi di kehidupan sehari-hari agar pikiran senantiasa positif dan berpengaruh pada jasmani yang semakin sehat.

 

Komentar via Facebook

Close