BeritaNasional

Lewat Desa, Handaka Vijjananda Terima Penghargaan Ikon Prestasi Pancasila

Oleh: Billy Setiadi

Founder dari Ehipassiko Foundation yakni Handaka Vijjananda mendapat apresiasi dengan didapuk sebagai salah satu Ikon Prestasi Pancasila 2019 yang diselenggarakan BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) Republik Indonesia. Tentunya ini tak didapat dengan mudah, bersaing dengan ratusan nominasi yang ada, Handaka menjadi salah satu diantara 74 orang peraih penghargaan. Release soal penerimaan ini secara resmi sudah dikeluarkan BPIP RI lewat Flyer Poster dan juga penetapan SK (Surat Keterangan) resmi.

Handaka didapuk karena program gerakan abdi desa Ehipassiko dengan berbagai program untuk pemberdayaan masyarakat. Abdi desa Ehipassiko mempunya visi membangun karakter pribadi, masyarakat, dan lingkungan melalui cara hidup studi, aksi, meditasi berdasarkan Dharma Humanistik. Jadi pembangunan desa tak hanya soal infrastruktur tetapi juga tentang meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia) di segala bidang, baik yang bersifat spiritual maupun non-spiritual. Misalnya di bidang pendidikan Abdi desa Ehipassiko juga mempunyai program memberikan bimbingan belajar kepada anak-anak sekolah, menyalurkan beasiswa hingga membagikan buku-buku. Di sisi lain ada juga bantuan-bantuan kemanusiaan yang disalurkan.

Pasang Iklan

Program abdi desa Ehipassiko sangat sesuai dengan program pembangunan nasional pemerintah saat ini. Di mana desa yang seringkali dianggap sebelah mata, sekarang menjadi salah satu fokus pembangunan nasional. Lahirnya Undang-Undang Desa No 6 Tahun 2014 memberikan legitimasi akan hal itu. Undang-Undang Desa menempatkan desa sebagai ujung tombak pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketimpangan pembangunan antara perkotaan dan pedesaan selama ini menyebabkan tingginya angka urbanisasi. Kota menjadi magnet yang menarik bagi masyarakat desa untuk mengadu nasib disana, dengan membawa harapan bisa sukses dan bisa memperbaiki kehidupan keluarganya di desa. Bagi kota yang dituju kedatangan kaum urban tentu akan berpotensi untuk menaikan angka pengangguran, kemiskinan, kriminalitas dan munculnya daerah pemukiman kumuh baru. Apalagi kalau mereka datang dengan bekal keterampilan yang minim dan pendidikan formal yang rendah sehingga tidak mampu bersaing untuk mendapatkan pekerjaan di sektor formal. Sedangkan bagi desa yang ditinggalkan tentu juga akan memberatkan, karena desa kehilangan banyak tenaga kerja produktif yang mengakibatkan pembangunan menjadi terhambat.

Peran Abdi Desa Ehipassiko dirasa sangat membantu pemerintah dalam bidang pembangunan nasional. Apalagi angka desa binaan yang tercatat menjadi sasaran Ehipassiko Foundation sekurang-kurangnya 234 desa binaan. Kesuksesan pembangunan desa menjadi sangat penting untuk menanggulangi ketimpangan pembangunan nasional, terlebih lagi pembangunan desa masuk ke dalam salah satu janji Nawa Cita Pemerintahan Jokowi-JK butir ketiga yaitu “Membangun Indonesia dari Pinggiran dengan Memperkuat Daerah dan Desa dalam Kerangka Negara Kesatuan”.

 

 

Komentar via Facebook

Tags
Close