ArtikelKabar Dhamma

Kesadaran Dhamma Meningkatkan Kepedulian Sosial

Oleh: Caliadi, S.H.,M.H.

Ada dua macam memberi, Memberi benda materi dan memberi Dhamma,

Dari kedua pemberian itu, Pemberian Dhamma lebih mulia.

Pasang Iklan

Ada dua jenis kebersamaan, Kebersamaan duniawi dan kebersamaan Dhamma,

Dari kedua kebersamaan itu, Kebersamaan dalam Dhamma lebih mulia.

Ada dua jenis kebajikan, Kebajikan duniawi dan kebajikan Dhamma,

Dari kedua jenis kebajikan itu, Kebajikan Dhamma lebih mulia.
(Itivuttaka 98)

Keserakahan yang bersumber dari keakuan mendorong seseorang untuk menaklukkan orang lain. Oleh karenanya keakuan yang timbul dalam diri harus ditaklukkan. Menaklukkan keakuan dengan pengendalian diri dan melakukan perbuatan-perbuatan baik akan menumbuhkan kebijaksanaan dalam diri seseorang serta membawa manfaat bagi orang lain. Menaklukkan keakuan akan memberikan kedamaian bagi diri sendiri, keluarga, dan juga lingkungan sekitar.

Setiap kita dalam kehidupan ini harus mempunyai kepedulian sosial. Selain peduli terhadap keluarga juga peduli terhadap masyarakat. Kebahagiaan keluarga menjadi tanggung jawab bagi setiap anggota keluarga. Persoalan-persoalan keluarga harus juga dihadapi dan diselesaikan bersama. Demikian juga, kita pun mempunyai tanggung jawab untuk ikut membangun masyarakat yang sejahtera. Tantangan dan problema-problema sosial harus menjadi tanggung jawab kita bersama.

Buddha Dhamma mengajarkan kepasa kita untuk memiliki sikap tolong menolong atau memberi. Perbuatan memberi dalam bahasa Buddhis lebih dikenal dengan istilah dāna. Ber-dāna atau memberi inilah yang akan membangun sikap kepedulian. Ber-dāna dalam agama Buddha lebih ditekankan dalam praktik kebajikan. Dāna merupakan awal sebelum seseorang berbuat kebajikan yang lebih tinggi. Dāna merupakan kebajikan yang paling mudah dilakukan, siapapun orangnya, bagaimanapun moralnya akan dapat melakukan perbuatan ber-dāna.

Dalam ‘Khotbah Bertingkat”, Buddha mengawalinya dengan perbuatan ber-dāna. Dalam “Tiga Landasan Perbuatan Berjasa”, dāna merupakan unsur pertama dari ketiga perbuatan lainnya. Setelah perbuatan memberi (dāna), kemudian disusul dengan praktik moral (sīla), dan pengembangan batin (bhāvanā). Hal ini membuktikan bahwa berdana memiliki kontribusi yang sangat penting dalam agama Buddha.

Kepedulian sosial memiliki manfaat manfaat berupa timbunan kebajikan. Dengan adanya kepedulian, seseorang akan dapat mengikis keserakahan, kebencian, serta keegoan. Seseorang yang mampu melepas, memberikan sesuatu yang dimilikinya kepada orang lain adalah upaya mengikis keserakahan. Seperti yang tercatat dalam syair Dhammapada 223 bahwa mengingatkan untuk mengalahkan kekikiran adalah dengan kemurahan hati.

Bersama kemurahan hati atau kedermawanan, akan menumbuhkan cinta kasih dan kasih sayang. Sehingga dengan adanya ini, kebencian akan dapat diredam dengan cinta yang tumbuh bersama kepedulian. Memberi merupakan kegiatan latihan melepas, sehingga dengan adanya usaha itu, keegoan, sikap individualis yang hanya mementingkan diri sendiri akan dapat lebur bersama kepedulian yang dimunculkan dengan latihan memberi.

Kesadaran dalam Dhamma untuk memberi baik memberi dalam bentuk benda materi ataupun memberi dhamma, akan menumbuhkan kebersamaan baik dalam kebersamaan duniawi ataupun kebersamaan Dhamma, yang selanjutnya merupakan tanaman kebajikan duniawi ataupun kebajikan Dhamma dalam menjalani kehidupan. Sebagaimana benih yang ditabur, begitulah buah yang akan dipetiknya.

Semoga semua makhluk hidupa berbahagia

Komentar via Facebook

Tags
Close