BeritaDaerah

Kepedulian Komunitas Dialog Kebangsaan Tangerang di Tengah Pandemi COVID-19

Oleh: Boy dan Hardi

Sudah lebih dari dua bulan Bangsa Indonesia melawan pandemi COVID-19, dampak pandemi ini turut dirasakan oleh masyarakat Indonesia, secara khusus di Provinsi Banten. Seruan pemerintah untuk stay at home dan physical distancing untuk menghambat penyebaran COVID-19 serta diberlakukannya PSBB, membuat roda ekonomi melambat. Perusahaan banyak yang berhenti beroperasi, UMKM kesulitan dalam memasarkan produk, daya beli masyarakat menurun dan peningkatan jumlah tenaga kerja yang dirumahkan. Hal tersebut menyebabkan kesulitan secara ekonomi bagi masyarakat.

Berkenaan dengan bulan suci Ramadan dan usaha untuk meringankan beban kesulitan masyarakat sekitar, Komunitas Dialog Kebangsaan yang terdiri dari PC HIKMAHBUDHI Kota Tangerang, GP Ansor PAC Tangerang, MUSPIJA Banten, Pemuda Katolik Banten, PHDI Kota Tangerang dan Matakin Banten, kembali menggelar aksi kemanusiaan berupa pembagian 2.257 nasi bungkus untuk berbuka puasa bagi masyarakat yang membutuhkan di Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan) pada Sabtu sore (09/05/2020).

Pasang Iklan

Acara dipusatkan di Pondok Pesantren Raudhatus Salam, Cimone, Tangerang yang juga sebagai pusat Gugus Tugas COVID-19 PCNU Tangerang. Bersama 6 rohaniwan lintas iman, yaitu Drs. H. Dedi Mahfudin, Msi., Bhikkhu Gunaseno, S.PdB., Js. Loekman, Pastor Walterus Teguh Santosa, SJ., Pdt. Doni Susanto, S.Th., dan I ketut Sudana, kami tetap mengikuti protokol PSBB dan imbauan pemerintah dengan tidak menyertakan banyak orang. Setiap peserta wajib memakai masker, sarung tangan dan di cek suhu tubuh terlebih dahulu serta menerapkan pembatasan jarak. Masing-masing agama hanya mewakilkan 6 orang yang hanya berisikan 3-4 orang di setiap mobil, untuk mengangkut dan mendistribusikan nasi bungkus kepada masyarakat di sepanjang jalan Tangerang Raya.

Foto: Agus Jaya

Nur Hidayat sebagai Ketua Gugus Tugas PCNU Tangerang menyatakan agar budaya gotong royong senantiasa tumbuh di tengah masyarakat tanpa melihat suku, ras maupun agama.

“Kita sama-sama berharap, bahwa gerakan kemanusiaan ini tidak hanya menjadi upaya materiil tentang saling membantu di situasi yang sulit semacam ini. Tetapi juga menjadi sebuah spirit dan semangat untuk tetap menumbuhkan kepedulian sesama anak bangsa, sebagai salah satu ciri khas budaya bangsa kita, yakni gotong royong dan saling tolong menolong tanpa mengenal suku, ras ataupun agama”, pungkasnya.

Foto: Agus Jaya

“Harapan dan Doa kami sebagai umat Kristen dan sesama anak bangsa, kiranya kegiatan ini menjadi sebuah momentum yang berharga bagi seluruh umat beragama, untuk memelihara kerukunan serta kerjasama, dalam memberkati dan mengusahakan kesejahteraan masyarakat Provinsi Banten. Sehingga menjadi sebuah gerakan yang tidak berhenti hanya sampai disini. Dengan melaksanakan kegiatan seperi ini, kaidah terjaga, kerukunan terpelihara. Salam kerukunan!”, sambung Pendeta Pieter Faraknimella, S.Th yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Muspija Banten.

Pastor Stefanus Suwarno, OSC menambahkan agar seluruh elemen masyarakat bergerak bersama membangun solidaritas untuk membantu masyarakat terdampak.

“Mari kita bergerak bersama, berbelarasa dan berbagi kepada saudara/i yang terdampak pandemi COVID-19. Apabila semangat solidaritas ini dilakukan oleh kita semua, alangkah luar biasa dan bermanfaat dampaknya. Sebagai orang yang beriman dan berpengharapan, kita percaya Tuhan pasti akan menghalau gelapnya malam dengan fajar baru pagi nan cerah. Kita percaya badai corona akan segera berlalu. Mari kita bangkit, bersama kita menang melawan pandemi COVID-19”, ungkapnya.

Foto: Agus Jaya

“Bangsa yang kuat apabila rakyatnya makmur dan sehat, semoga dengan kebajikan yang kami lakukan, berdampingan satu sama lain sebagai tokoh muda kebangsaan lintas iman dan juga gerakan pada hari ini bermanfaat untuk semuanya”, sambut Bhikkhu Gunaseno.

“Puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan, pada hari ini dapat bersama-sama menggelar Aksi Kemanusiaan berupa pembagian nasi bungkus kepada masyarakat di Tangerang Raya, untuk berbuka puasa. Acara ini kiranya dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19. Semoga Tuhan memberikan perlindungan, kesehatan, keselamatan dan pandemi virus korona segera berakhir. Mari kita tumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama, agar tercipta keharmonisan antar umat manusia di bumi ini”, ungkap Js. Loekman, perwakilan Kongcu Bio Tangerang.

“Pandemi COVID-19 telah membuat kita serba sulit tetapi kita harus tetap semangat, bangkitkan gotong-royong. Kita Indonesia pasti bisa!”, pungkas I Ketut Sudana selaku Ketua PHDI Kota Tangerang.

Aksi kemanusiaan komunitas Dialog Kebangsaan Tangerang ini mendapat dukungan antusias dari umat masing-masing dan juga kalangan masyarakat di Tangerang Raya. Terucap ucapan syukur kepada Tuhan, atas setiap nasi bungkus yang diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Wajah yang penuh sukacita dan penuh pengharapan terpancar, baik dari panitia yang melaksanakan maupun dari masyarakat yang menerima. Semangat dan pengharapan ini menjadi doa yang bersatu dan bergema dari seluruh umat dan rakyat Indonesia, kiranya badai COVID-19 segera berlalu dan Indonesia Raya bangkit seperti semula.

 

Komentar via Facebook

Close