ArtikelKabar Dhamma

Kelahiran Kembali, Do You Believe or Not?

Oleh: Bodhi Puspita

Apakah Anda percaya dengan kelahiran kembali? Mengapa Anda percaya dan apa manfaat bagi Anda percaya akan kelahiran kembali?

Kelahiran kembali (rebirth) dalam agama Buddha dikenal dengan istilah Punabbhava. Punabbhava berasal dari bahasa Pali yaitu “puna” (lagi/kembali) dan “bhava” (proses menjadi ada), secara sederhana diartikan menjadi kelahiran kembali. Proses kelahiran kembali tidak dapat dilihat dengan mata biasa atau  didokumentasikan secara langsung maupun diukur, sehingga umat awam sulit membuktikannya karena tidak memiliki kemampuan melihat atau mengingat kelahiran sebelumnya. Oleh karenanya untuk mengetahui adanya proses kelahiran kembali perlu ditelusuri dalam catatan sejarah Buddha, hasil penelitian ilmuan, kemampuan batin hasil meditasi, juga proses regresi atau hipnosis.

Pasang Iklan

Buddha meninggalkan banyak petunjuk mengenai kelahiran kembali. Jataka  salah satu bagian dari Tipitaka menjelaskan calon Buddha mengalami kelahiran kembali berulang kali dalam upaya menyempurnakan parami. Mahasaccaka sutta, Majjhima Nikaya menjelaskan pada malam pencapaian penerangan sempurna Buddha melihat berbagai kehidupan lampaunya sendiri, satu kehidupan, dua kehidupan hingga seterusnya. Demikian pula dalam Udana, Buddha bersabda “melalui banyak kelahiran aku mengembara mencari pembuat rumah ini. Sungguh menderita terlahir dan terlahir lagi”.

Kelahiran kembali juga menarik minat para ilmuan. Empedocle, Pythagoras, Plato, ahli filsafat Immanuel Kant (1724-1804) dan Schopenhauer (1788-1860) juga percaya akan kelahiran kembali. Prof. Ian Stevenson Departemen Psikologi Universitas Virginia  selama 25 tahun mempelajari orang yang mengingat kelahiran lampau dan mendeskripsikan kasus kelahiran kembali dalam karyanya Twenty Cases Suggestive of Reincarnation and Cases of Reincarnation Type, University Press of Virginia, 1975.

Kemampuan batin hasil meditasi disebut abhinna. Meditator yang mencapai jhana keempat dapat memiliki abhinna mengingat kelahiran lampau. Kemampuan ini dicapai dengan memasuki ingatan alam bawah sadar. Meditator dengan kemampuan batin hasil meditasi ini dapat membuktikan secara langsung adanya kelahiran kembali.

Hipnosis merupakan solusi termudah untuk penyelidikan kelahiran kembali, mengingat pencapaian jhana bagi umat awam tidaklah mudah. Melalui proses hipnosis yang mendalam, ingatan seseorang dapat mundur kembali pada kejadian masa kecil hingga masa kelahiran sebelumnya. Tahapan ini disebut hiperamnesia dimana orang dapat bertingkah sebagai seorang anak dan mengungkapkan pengalaman yang lama terpendam di alam bawah sadar. Kasus yang paling terkenal adalah Bridey Murphy di Amerika dalam buku The Search for Bridey Murphy (Morey Berenstein). Buku lain yang mengungkapkan ingatan kelahiran kembali hasil hipnosis yaitu: The Successive Lives (Col. Alber de Rochas), The Three Lives of Naomi Henry (Henry Blythe).

Berdasarkan keempat cara di atas, kita dapat mengetahui adanya kelahiran kembali. Terbaik bila kita mampu membuktikan sendiri melalui hasil meditasi, dengan demikian kita akan percaya adanya kelahiran kembali dan keyakinan pada Tiratana akan semakin kokoh.

Kelahiran kembali adalah proses berkesinambungan kesadaran dari satu kehidupan ke kehidupan berikutnya yang melibatkan proses kelahiran dan kematian. Dengan adanya kelahiran timbul kematian. Dengan adanya kematian timbul kelahiran. Artinya, setiap mahkluk yang lahir akan mati dan setelah kematian akan mengalami kelahiran kembali. Demikian rangkaian kehidupan dalam roda samsara yang tanpa henti. Penyebab kelahiran kembali adalah  ketidaktahuan (avijja) dan nafsu keinginan (tanha). Selama kekotoran batin ini tidak dipatahkan, makhluk hidup tidak dapat bebas dari penjara samsara.

Buddha dalam Satta sutta menjelaskan makhluk hidup merupakan perpaduan lima kelompok (pancakhandha), yaitu jasmani dan batin (namarupa). Kelangsungan fungsi namarupa inilah yang disebut kehidupan. Saat jasmani sudah tidak mampu berfungsi lagi dan mengalami kematian, kesadaran ajal (cuti citta) akan muncul. Ketika kesadaran ajal padam, individu mengalami kematian, dan energi batin (patisandhi vinnana) yang potensial sesuai dengan peran kamma berproses untuk kelahiran kembali. Kelahiran kembali terjadi bila patisandhi vinnana yang siap untuk lahir (disebut gandhabba) bertemu dengan kondisi ibu yang subur dan terjadi pertemuan ovum dan sperma sehingga berkembang menjadi embrio (tiga kondisi syarat kelahiran makhluk menurut (Mahatanhasankaya sutta).

Proses kelahiran kembali sesuai dengan kriteria Mahatanhasankaya sutta dapat terlahir dengan cara melalui kandungan (jalabuja yoni). Selain jalabuja yoni  ada cara kelahiram melalui telur (andaja yoni), tempat lembab (samsedaja yoni), dan kelahiran spontan (opapatika). Buddha menjelaskan hal ini dalam Mahasihanada Sutta, Majjhima Nikaya 12.

Keempat cara lahir ini menyesuaikan jenis kelahiran kembali di 31 alam kehidupan. Ada Empat jenis kelahiran kembali sebagai berikut:

  1. Apaya patisandhi : jenis tumimbal lahir di alam menderita (4 alam apaya: niraya, asura, peta dan tiracchana). Kelahiran di alam tiracchana dapat melalui kandungan, kelembaban, dan telur. Sedangkan ketiga alam lainnya lahir dengan cara spontan.
  2. Kamasugati patisandhi : jenis tumimbal lahir di alam kamasugati (manusia dan 6 alam dewa). Kelahiran di alam ini hanya melalui kandungan dan spontan.
  3. Rupavacara patisandhi : jenis tumimbal lahir di alam rupa brahma jhana 1-V. Kelahiran di alam ini secara spontan.
  4. Arupavacara patisandhi : jenis tumimbal lahir di alam arupa brahma. Kelahiran di alam ini juga secara spontan.

Demikianlah proses kelahiran mahkluk di 31 alam dengan empat jenis patisandhi dan empat cara kelahiran yang tidak luput dari peran kamma. Kamma adalah perbuatan yang terwujud melalui pikiran, ucapan, maupun tindakan jasmani.

Makhluk yang semasa hidupnya melakukan kamma baik, dapat terkondisi lahir di 27 alam bahagia melalui tiga jenis kelahiran kembali yaitu:  Kamasugati patisandhi, Rupavacara patisandhi, dan Arupavacara patisandhi sesuai tingkat kebajikannya. Sedangkan makhluk yang semasa hidupnya melalukan kamma buruk, akan terkondisi lahir di empat alam menderita dengan Apaya patisandhi.

Mengetahui proses kelahiran kembali dan meyakini adanya kelahiran kembali dengan pengertian yang benar dapat menjadi pedoman bagi umat awam untuk ingat dan sadar melakukan kebajikan dalam kehidupan sekarang. Kebajikan ini menjadi modal untuk kelahiran kembali di alam bahagia. Sesuai dengan kalimat berikut: “Punnani paralokasmim patittha honti paninanti” yang berarti: Kebajikan adalah penyokong makhluk hidup ketika muncul di alam lain. Selain itu, dengan mengetahui penyebab serta proses kelahiran kembali, kita dapat meningkatkan kebijaksanaan serta berupaya untuk mengurangi keserakahan atau    nasfu keinginan (tanha), agar dapat memutuskan kelahiran kembali dalam lingkaran samsara.

——————————-

Sumber:

  1. The Shape of Ancient Thought (Allworth Press, 2002)
  2. Sri Dhammananda. Do You Believe in Rebirth?. Ehipassiko Foundation, 2002.
  3. David J. Kalupahana. Kamma and Rebirth. Foundations of the Buddha’s Moral Philosophy. Srilanka, 2006.
  4. Bhikkhu Sujato. Rebirth and the In-between State in Early Buddhism. DhammaCitta Press, 2012.
  5. Mahathera Piyadassi, Spektum Ajaran Buddha (Yayasan Pendidikan Buddhis Triratna)
  6. Satwant K. Pasricha &Vinoda N. Murthy. The Scientific Investigation of Rebirth Cases Problems of Field Work and In the Analysis of Data. Indian Journal of Psychiat (1980),p 206-210.

 

Profil singkat penulis:
Bodhi Puspita adalah nama Buddhis dari Santi. Saat ini ia aktif sebagai dosen dan Dharmaduta.
Ia juga aktif mengajarkan Abhidhamma di beberapa vihara di Jakarta dan Tangerang.
Komentar via Facebook

Close