BeritaNasionalOpini

Kebhinnekaan Pemuda untuk Malam Lampion Perdamaian Hari Raya Tri Suci Waisak 2563 BE/2019 di Candi Borobudur

Oleh: Cinta Agustina Darato

Tanggal 19 Mei 2019 adalah hari raya besar bagi umat Buddha untuk merayakan Tri Suci Waisak 2563 BE/2019 yang mengingatkan pada 3 peristiwa suci dalam kehidupan Buddha Gautama yaitu kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna, dan kemangkatan Sang Buddha. Tiga peristiwa suci itu terjadi pada hari Purnama Siddhi.

Waisak merupakan hari raya terbesar dalam agama Buddha yang diikuti oleh berbagai negara di Asia, seperti China, Jepang, Thailand, Myanmar, Sri Lanka, Vietnam, dan India, bahkan juga dihadiri oleh para Bhikkhu dari luar negeri.

Pasang Iklan

Tema bulan Waisak tahun ini adalah ‘’Cintailah Kehidupan Berbudaya Beragama Sebagai Penjaga Kesatuan Tanah Air Indonesia”. Perayaan hari Waisak tahun ini sangat menarik dan mendapatkan nilai plus karena menyaksikan para penganut Buddha merayakan hari besar mereka yang ditutup dengan penerbangan 1000 Lampion Pengharapan dan Perdamaian. Prosesi tersebut dibagi menjadi 2 sesi yaitu mulai pukul 20.00 WIB  dan pukul 23.00 WIB di Pelataran Taman Lumbini Candi Borobudur, Magelang Jawa, Tengah (Sabtu, 19/05/2019).

Sebelum kegiatan malam Lampion Waisak dilaksanakan, panitia dari Walubi mempersiapkan  volunteer untuk mendukung acara penerbangan lampion yang terdiri dari Kepemudaan Milenial dari berbagai macam agama, daerah, suku, bangsa, dan negara. Volunteer tersebut berjumlah 150 orang. Kegiatan dipersiapkan mulai siang hari pada tanggal 17 Mei 2019 – 18 Mei 2019. Antusias dan semangat yang nampak dari wajah muda-mudi milenial tidak hanya dari Kepemudaan Buddha, tetapi juga dari berbagai macam agama walaupun siang itu cuacanya sangat panas.

 

Umat Buddha melakukan meditasi dan ritual doa atau harapan untuk perdamaian Indonesia dan perdamaian dunia yang dipimpin oleh para pemuka agama Buddha sebelum penerbangan lampion. Selanjutnya, ketika pembawa acara dari jauh memberitahukan bahwa acara penerbangan lampion akan segera dimulai, terlihat panitia dan para volunteer sibuk mempersiapkan lokasi, posisi, dan peralatan. Membutuhkan waktu yang lama bagi mereka untuk mempersiapkannya karena jelas panitianya hanya berjumlah 150 tetapi semangat kebhinekaannya sangat luar biasa untuk mendukung acara malam waisak. Sementara itu, lampion yang akan diterbangkan berjumlah 1000 buah.

Selanjutnya, setelah pembawa acara menghitung mundur dari 5, 4, 3, 2, 1, lampion yang sudah menyala mulai diterbangkan ke udara dan WOW. Pemandangan malam di Borobudur saat itu begitu spektakuler. Cuaca yang cerah, bulan purnama dengan ratusan cahaya lampion yang meredup ke langit bagaikan ratusan bintang yang berada tepat di atas candi Borobudur.

Kami para volunteer kepemudaan lintas agama yang berasal dari berbagai macam agama sangat beruntung dan senang, merupakan suatu pengalaman bagi kami dapat merayakan malam Waisak dengan lampion pengharapan perdamaian bersama dengan umat Buddha dan menikmati keindahan pemandangan langit di malam Waisak di Candi Borobudur.

Semoga pengharapan dan doa-doa untuk kebhinnekaan umat beragama menjadi ujung tombak perdamaian untuk Indonesia yang dicantumkan sebagai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta

Semoga semua makhluk hidup berbahagia

Sadhu…  sadhu…  sadhu…

Penulis: Cinta Agustina Darato
(Perwakilan Persaudaraan Lintas Agama)

Komentar via Facebook

Close