BeritaDaerahKabar Dhamma

Kalyanamitta Adventure Team Kumpulkan Generasi Milenial Buddhis di Tangerang

Oleh: Rendy Arifin

Hari Waisak 2562 BE/2018 tinggal menghitung hari. Banyak sekali kegiatan yang dilakukan berbagai organisasi Buddhis dalam menyambut Hari Waisak ini. Salah satunya adalah kegiatan Dhamma Talk yang diadakan oleh Kalyanamitta Adventure Team (KAT). Mengusung tema “Peran Generasi Millenial di Zaman Now”, Dhamma Talk ini diadakan pada Minggu siang (27/05) di Great Western Resort Hotel, Serpong, Tangerang. Ratusan generasi milenial Buddhis mengikuti rangkaian acara Dhamma Talk ini yang menghadirkan Bhikkhu Dhammasubho dan Irvyn Wongso sebagai pembicara. Pembimas Agama Buddha Provinsi Banten Triroso pun turut hadir dalam acara kali ini. Dhamma Talk yang dimoderatori oleh Elbes Wijaya ini kian menarik dengan adanya games yang disiapkan oleh panitia dengan hadiah utama sebuah sepeda.

 

Pasang Iklan

Generasi Milenial

Generasi milenial menjadi topik yang cukup hangat dikalangan masyarakat, mulai dari segi pendidikan, teknologi maupun moral dan budaya. Milenial (juga dikenal sebagai Generasi Y) adalah kelompok demografi setelah Generasi X (Gen-X). Tidak ada batas waktu yang pasti untuk awal dan akhir dari kelompok ini.  Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran. Milenial sendiri dianggap spesial karena generasi ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, apalagi dalam hal yang berkaitan dengan teknologi. Generasi milenial memiliki ciri khas tersendiri, yaitu mereka lahir pada saat TV berwarna, handphone, dan juga internet yang sudah diperkenalkan. Sehingga generasi ini sangat mahir dalam teknologi. Di Indonesia sendiri dari jumlah 255 juta penduduk yang telah tercatat, terdapat 81 juta penduduk merupakan generasi milenial.

 

Zaman Now adalah Zaman Intelektual dan Scientist

Bhikkhu Dhammasubho dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa zaman now adalah zaman yang penuh dengan intelektualitas. Generasi Milenial yang hidup di zaman sekarang penuh dengan teknologi, berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya.

“Zaman now itu adalah zaman intelektual dan scientist, sedangkan zaman dulu adalah zaman spiritual. Zaman sekarang pakainya pikiran (otak), kalau zaman dulu pakainya bathin.”, papar Bhikkhu Dhammasubho

Bhante pun menambahkan mengapa para generasi milenial yang memakai segudang teknologi ini terkadang berbeda pendapat dengan orang-orang tua.

“Anak-anak muda tidak punya masa lalu, mereka selalu melihat masa depan. Berbeda dengan orang tua, mereka memiliki masa lalu (pengalaman), sehingga mereka selalu menceritakan dan mengkaitkannya dengan masa lalu. Nah dari sini perdebatan itu muncul.”, tambah bhante.

 

Generasi Milenial Harus Sukses

Irvyn Wongso dalam Dhamma Talk ini menekankan bahwa generasi milenial harus bisa sukses, tentunya sukses berdasarkan Buddha Dhamma.

Pūjā ca pūjanīyānaṁ, menghormat yang patut dihormat. Sebagai generasi milenial yang ingin sukses, harus didasari rasa hormat. Selain itu kita harus mengikuti tauladan guru kita, mengatakan apa yang dilakukan dan melakukan apa yang dikatakan.”, tegas Irvyn

Irvyn pun menjelaskan dengan teknologi yang dimiliki saat ini, generasi milenial perlu mengurangi hal-hal yang tidak bermanfaat, jangan sampai dijajah oleh teknologi. Teknologi memang memiliki banyak kegunaan, tetapi harus di filter dengan kebijaksanaan. Diakhir pembahasan, Irvyn juga menambahkan bahwa generasi milenial harus siap berkompetisi dengan generasi berikutnya yang lebih cerdas.

“Generasi milenial zaman now harus bisa buat value bagi diri sendiri. Value-nya apa? Bāhu-saccañca sippañca – vinayo ca susikkhito, memiliki pengetahuan dan keterampilan serta terlatih baik dalam tata susila.”, tutup Irvyn.

Komentar via Facebook

Close