BeritaEvent

Generasi Kaum Muda merajut Kebhinekaan dan Merawat toleransi

Oleh: Jullvan

28 November 2019,sebanyak 30 kaum muda lintas agama dan kepercayaan dari Jabodetabek berkumpul di gedung PBNU dalam kegiatan workshop “Young and Tolerance” yang diselenggarakan oleh 164 Channel dan Indika Foundation. Beberapa agama yang ikutserta antara lain Islam (NU, Muhammadiyah, Syiah dan Ahmadiyah), Kristen, Hindu, Buddha, Katholik, Sikh dan Penganut kepercayaan.workshop ini bertujuan mempertemukan generasi muda lintas agama dan kepercayaan untuk saling mengenal dan menjaga kebhinekaan serta merawat toleransi

Pasang Iklan

Acara dimulai sekaligus dibuka dengan sambutan H.Robikin Emhas selaku ketua Pengurus Besar Nadthanul Ulama yang juga merupakan Stafsus Wakil Presiden Indonesia,Beliau menyampaikan apresiasi yang besar dengan berkumpulnya para generasi muda lintas agama dan kepercayaan demi mewujudkan bhineka tunggal ika dan merawat toleransi antar agama dan kepercayaan.

Acara dilanjutkan dengan materi hatespeech and hoax on social media bersama Dewi S Sari dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) bersama rekannya dari Fact Checker Mafindo yakni Syarief Ramaputra dan juga Dedik Priyanto dari Islami.co


Bicara tentang agama, sebuah lembaga survei luar negeri dalam forum, menampilkan bahwa Indonesia berada di peringkat nomor 3 yang menganggap bahwa Agama adalah aspek paling penting dalam kehidupan. Hal ini bisa dibuktikan dengan keberagaman agama dan kepercayaan di Indonesia dan kemudahan masyarakat bertikai atas dasar perbedaan agama.

Beberapa tahun belakangan ini agama mulai dijadikan komoditas penghasil uang oleh beberapa oknum. Mereka sengaja membuat konten hoax yang dibumbui dengan narasi-narasi agamis. Hoax itu memberikan dampak negatif berupa perpecahan antar umat beragama, kesalah pahaman yang berdampak sangat buruk yang kemudian memunculkan tindakan diskriminatif, seperti yang terjadi pada agama tertentu,papar dedik priyanto

Hoax membuat kita saling salah paham dan curiga antara satu sama lain. Berdasarkan apa yang telah dipaparkan mbak Dewi S Sari dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) bersama rekannya dari Fact Checker Mafindo yakni mas Syarief Ramaputra, kurang lebih pesan yang tersirat adalah tentang betapa berbahayanya hoax untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Hoax telah banyak menelan korban, terutama pikiran jernih dan kritis masyarakat. Jika pikiran jernih dan daya kritis masyarakat sudah tiada, perpecahan akan sangat mudah menimpa bangsa Indonesia.

Kemudian dilanjutkan dengan materi acceptance and dialogue disini masing-masing perwakilan agama dan penganut kepercayaan memperkenalkan diri dan menceritakan keunikan dalam agama dan kepercayaan masing-masing,umat buddha diwakili oleh Jullvan,Ketua Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia cabang Jakarta Barat menyampaikan bahwa dalam buddhis banyak diajarkan tentang cinta kasih yang universal, contoh setiap selesai melakukan puja bakti umat buddha akan menutup dengan “Sabbe satta bhavantu shukitta”
yang berarti semoga semua makhluk hidup berbahagia dan juga dalam buddhis terdapat pancasila buddhis yang isinya mengajarkan kita untuk terus melatih diri untuk menghindari pembunuhan,tidak mencuri, tidak melakukan perbuataan asusila,tidak berbohong dan tidak makan dan minum yang dapat memabukkan.

Acara ditutup dengan mengunjungi Gereja Kathredal di Pasar Baru dan membuat video kreatifitas dengan tema toleransi dan kebersamaan

Kata-kata yang menarik dari Vinanda generasi muda islam
” bahwa toleransi tidak hanya kepada manusia saja, namun juga kepada seluruh jagad raya beserta isinya. Kepada hewan, tumbuhan, air, lingkungan dan segala yang ada di bumi ini. Dengan cara merawat, melindungi dan melestarikannya. Percuma saja jika kita kampanye toleransi dan anti diskriminasi kesana kemari, namun lingkungan sekitar kita biarkan kotor dan tercemar. Ini merupakan tindakan diskriminatif terhadap alam dan lingkungan. Saya ingin menegaskan bahwa yang hidup di bumi ini tidak hanya manusia, sehingga toleransi kita tidak hanya berlaku kepadanya saja, namun juga pada lingkungan, air, tumbuhan dan hewan. Mereka juga punya hak diperlakukan baik sebagaimana manusia.

Cintai Tuhanmu, Kasihi Makhluk-Nya, Lindungi alamnya”

Komentar via Facebook

Close