BeritaNasional

Dirgahayu 47 Tahun HIKMAHBUDHI

Tingkatkan Kalyanamitta, Tebarkan Metta Demi Bangsa yang Beradab

oleh: Rendy Arifin

Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia atau yang biasa disingkat HIKMAHBUDHI merupakan salah satu organisasi pergerakan yang diisi oleh mahasiswa Buddhis dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Nilai-nilai Dharma menjadi pedoman dalam setiap napas pergerakan HIKMAHBUDHI untuk kemajuan komunitas, bangsa, dan negara. Aktif bersama dengan organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan lintas agama lainnya, menjadikan HIKMAHBUDHI sebagai salah satu garda terdepan komunitas Buddhis dalam menyikapi isu-isu krusial yang terjadi pada komunitas, bangsa, dan negara.

Pasang Iklan

 

Pada tanggal 16 Mei 2018, HIKMAHBUDHI genap berusia 47 tahun. Usia yang tak lagi muda, namun belum terlalu tua untuk berhenti berkarya. Pada tanggal tersebut pula, Presidium Pusat HIKMAHBUDHI mengadakan kegiatan HARLAH 47 Tahun HIKMAHBUDHI bertempat di Restoran Eka Ria, Jakarta. Perayaan ini dihadiri oleh anggota Bhikkhu Sangha, majelis, organisasi kepemudaan Buddhis, dan kader HIKMAHBUDHI dari berbagai daerah. Dengan mengangkat tema “Tingkatkan Kalyanamitta, Tebarkan Metta Demi Bangsa yang Beradab”, perayaan ini dihadiri juga oleh para mantan ketua umum HIKMAHBUDHI periode sebelumnya, seperti Eddy Setiawan, Eko Nugroho, Adi Kurniawan, dan Suparjo. Para senior yang hadir juga berkesempatan memaparkan berbagai pandangan bagi komunitas Buddhis untuk menjadi lebih baik agar turut andil dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemotongan tumpeng menjadi acara puncak dalam perayaan ini, yang secara simbolis dipotong oleh Ketua Umum PP HIKMAHBUDHI Sugiartana dan diserahkan kepada Romo Piandi mewakili komunitas Buddhis yang hadir. Acara ditutup dengan doa keselamatan bangsa yang dipimpin oleh anggota Sangha, mengingat banyak persoalan intoleransi dan aksi terorisme yang akhir-akhir ini terjadi di negeri ini.

 

Persatuan Membawa Kebahagiaan

Tingkatkan Kalyanamitta, Tebarkan Metta Demi Bangsa yang Beradab merupakan tema yang tepat untuk diusung kali ini, terlebih melihat kondisi bangsa saat ini yang diserang berbagai isu terorisme dan radikalisme. Sugiartana pun menyampaikan dalam sambutannya bahwa komunitas Buddhis harus bersatu, bahu-membahu, dan saling melengkapi karena persatuan membawa kebahagiaan.

“Acara ini juga menjadi salah satu acara konsolidasi nasional dimana kita tingkatkan kalyanamitta. Kita bersatu bahu-membahu ikut serta dalam pembangunan bangsa ini. Kita tebarkan cinta kasih tanpa permusuhan demi bangsa Indonesia yang beradab.”, papar Sugiartana.

 

Sebarkan Konten Positif

Di era digital ini, media sosial bagaikan pisau bermata dua. Penyalahgunaan media sosial juga turut andil dalam menyebarluaskan terror dan hoax. Like, share, dan comment menjadi senjata ampuh tentara media sosial membombardir pikiran dan psikis pembaca sehingga memunculkan prasangka-prasangka yang secaratidak langsung  berdampak besar dalam kehidupan nyata. Adi kurniawan dalam diskusi pun mengajak para generasi muda untuk memerangi konten-konten negatif ini.

“Saya bersama tim UKP PIP setiap hari menyebarkan konten-konten positif, baik berupa artikel, gambar, maupun video singkat. Ayo kita bantu juga sebarkan konten-konten positif tersebut. Kita harus cerdas dan kalahkan konten-konten negatif yang muncul.”, turur Adi Kurniawan.

 

Nilai-nilai Buddhism Harus Masuk Dalam Sendi Kehidupan Kebangsaan

Biksu Girivirya yang hadir dalam acara ini turut menyampaikan bahwa komunitas Buddhis harus masuk dalam sendi-sendi kebangsaan. Salah satu alumni Lemhanas ini memaparkan bahwa lenyapnya ajaran Buddha tidak hanya disebabkan oleh para bhikkhu/biksu tidak menjalankan Dhamma-Vinaya dengan benar. Ia mengambil salah satu contoh hancurnya agama Buddha di India yang disebabkan oleh pergantian rezim kekuasaan.

 

Doa keselamatan bangsa

Di akhir acara, bhikkhu Sangha memimpin doa bersama untuk keselamatan bangsa atas segala kejadian terorisme yang memakan korban jiwa dan meresahkan masyarakat Indonesia. Para bhikkhu/biksu mengajak untuk mendoakan para korban dapat terlahir di alam yang baik dan bertemu Dharma serta para teroris tersebut diberikan kesadaran untuk berubah ke jalan yang benar tanpa ada kebencian dan permusuhan.

Komentar via Facebook

Close