ArtikelKabar Dhamma

Dimanapun Merayakan Waisak Disitulah Adanya Kedamaian

Oleh: Delia Sanjaya

Kalian pasti tahukan dibulan Mei ini umat Buddha akan merayakan salah satu Hari Raya yang mengingatkan kita pada tiga peristiwa penting. Hari Raya itu adalah “Tri Suci Waisak”, untuk mengingat kembali tiga peristiwa itu, mari kita sebutkan, yang pertama kelahiran Pangeran Siddharta pada tahun 623 SM di Taman Lumbini, yang kedua yaitu Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha pada bulan Purnama Raya dibulan Waisak pada tahun 588 SM di Hutan Gaya, yang ketiga yaitu Buddha parinibbana di Kusinara 543 SM pada usia 80 tahun.

Tahun ini, tepat di hari Kamis, 7 Mei 2020, kita semua umat Buddha merayakan Tri Suci Waisak 2564 BE. Pasti kita semua mengetahui adanya dampak pandemi covid-19 ini, adapun saudara – saudara kita yang terkena dampaknya, seperti kehilangan pekerjaan, yang mengakibatkan kesusahan ekonomi, anak – anak yang masih sekolah, tidak bisa belajar di sekolah seperti biasanya, dan salah satu dampak lainnya adalah kita sebagai umat Buddha yang merayakan Waisak tidak bisa melakukan Puja Bhakti seperti tahun – tahun lalu yang biasa kita sama – sama datang ke vihara untuk memperingati Hari Raya Waisak.

Pasang Iklan

Tapi tidak perlu khawatir, merayakan Waisak tidak harus di vihara saja, karena keadaan sekarang yang tidak memungkinkan untuk kita merayakan Waisak di vihara. Di rumah pun kita bisa merayakannya. Untuk apa teknologi ? Untuk apa gadget yang kita punya? Boleh deh posting foto-foto kita, boleh juga bikin status, tapi ingat statusnya yang bermanfaat ya ! Nah, dari gadget kita bisa merayakan Waisak bersama. Kebanyakan vihara pasti mengadakan Waisak dari salah satu aplikasi yang bisa kita akses, untuk mengumpulkan umat – umat Buddha yang ingin merayakan Waisak bersama, walau hanya di rumah saja. Dimanapun kita merayakan Waisak, tidak akan mengurangi rasa suka cita yang kita rasakan. Tetaplah menjadi umat Buddha yang bijaksana. Bijaksana akan mewujudkan kedamaian. Bagaimanapun situasi yang ada saat ini, jangan biarkan kebencian hadir dalam diri kita. Lakukanlah yang terbaik dalam situasi ini, berbagi kepada saudara – saudara kita yang membutuhkan, menjadi cara untuk kita selalu belajar untuk tidak melekat pada apa yang kita punya.

“Ribuan lilin dapat dinyalakan dari satu lilin dan nyalanya tidak akan berkurang. Begitu pun kebahagiaan tidak akan pernah berkurang walau dibagi-bagi” salah satu kutipan Buddha ini mengajarkan kita agar kita selalu berbagi pada sesama, jangan hanya masa pandemi seperti ini kita baru berbagi, berbagi bisa dilakukan kapan saja. Suatu kedamaian akan terasa jika kita ingat berbagi pada siapapun. Kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan kita semua. Tidak akan pernah berkurang apalagi menghilang jika kita saling berbagi, kebahagiaan akan ada didalam diri. Semua bahagia, semua rasakan damai.

Waisak tahun ini memang berbeda, bukan di vihara melainkan di rumah saja, demi kebaikan kita semua pastinya. Beribadah saja harus di rumah, apalagi yang keluar rumah cuma untuk jalan – jalan menghilangkan bosan, coba bersabar dan tidak masalah untuk menahan bosan, untuk kebaikan kita semua, agar pandemi ini cepat berakhir, dan kita bisa merayakan Waisak yang akan datang seperti biasanya, di vihara dan berkumpul dengan orang terkasih. Jangan egois dan tetap berpikir untuk kedepannya. Kita yakin, kita semua adalah orang – orang yang bijaksana dan ingin merasakan kedamaian.

Selamat Hari Raya Waisak untuk kita semua umat Buddha, semoga tahun ini menjadikan kita lebih baik dari tahun – tahun yang lalu, tetap di rumah saja, sampai semua kondusif dan kembali aktif. Semoga semua makhluk berbahagia.

Komentar via Facebook

Close