BeritaDaerah

Buddhist Inside HIKMAHBUDHI se-Jakarta: Yobbana Dhamma Samaya

Oleh: Chintya Tandri

Yobbana Dhamma Samaya yang berarti sekelompok pemuda yang mempelajari dan mempraktikkan ajaran Buddha merupakan tema yang diangkat dalam acara Buddhist Inside HIKMAHBUDHI se-Jakarta tahun 2019. Buddhist Inside merupakan salah satu program kerja tahunan yang diadakan oleh setiap cabang HIKMAHBUDHI dengan harapan agar mahasiswa dan pemuda Buddhis Indonesia mampu menjadi generasi penerus yang memberikan perubahan positif untuk bangsa dan negara dengan berlandaskan ajaran Buddha. Buddhist Inside kali ini merupakan bentuk kekompakan antar cabang HIKMAHBUDHI yang ada di DKI Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PC (Pengurus Cabang) HIKMAHBUDHI Jakarta Timur, PC HIKMAHBUDHI Jakarta Utara, PC HIKMAHBUDHI Jakarta Barat, PC HIKMAHBUDHI Jakarta Pusat, dan PC HIKMAHBUDHI Jakarta Selatan.

Kegiatan ini diadakan pada tanggal 1-3 Maret 2019 di Pondok Sadhana Amitayus, Jawa Barat yang diikuti oleh 62 peserta dan 25 panitia. Kebanyakan  peserta berasal dari berbagai kampus dan sekolah di Jakarta. Pembimas Buddha Provinsi DKI Jakarta, Suwanto pun turut hadir dalam pembukaan acara ini yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal PP HIKMAHBUDHI, Bebin Adi Darma. Buddhist Inside ini diisi oleh dua pembicara kompeten, yaitu Eddy Setiawan (Senior HIKMAHBUDHI) dan Eric Fernando (Kabid. Humas PP HIKMAHBUDHI)

Pasang Iklan

Pembukaan Acara

Perjalanan dari ibu kota menuju lokasi acara memakan waktu kurang lebih 3 jam. Walaupun tiba di lokasi hampir tengah malam, tak menyurutkan semangat para peserta untuk memulai sesi perkenalan sesuai dengan arahan dari panitia.

Pembukaan acara dilaksanakan esok pagi (02/03/2019) yang dibuka secara resmi oleh Pembimas Buddha Provinsi DKI Jakarta, Suwanto. Ia merasa bangga dan senang dengan adanya kegiatan seperti ini. Ia pun berharap agar para pemuda Buddhis terketuk hatinya untuk lebih peduli terhadap Indonesia. 

“Mari bersama-sama kita bergerak untuk kemajuan bangsa dan negara dengan ikut aktif dalam organisasi-organisasi kepemudaan yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Chintya Tandri selaku ketua panitia berharap kepada seluruh peserta untuk mampu mengimplementasikan hal-hal positif yang didapat dalam kegiatan Buddhist Inside ini dalam berbagai sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini juga disambung oleh Sekretaris Jenderal PP HIKMAHBUDHI agar para pemuda Indonesia meningkatkan skill sehingga tidak tenggalam dalam perkembangan teknologi dan zaman.

“…sebagai seorang pemuda, kita harus memiliki tiga aspek penting, yaitu kepekaan intelektual, kejujuran intelektual, dan keberanian intelektual,” ungkap Bebin.

Lakukan Kegiatan Positif dan Bermanfaat

Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah atau disingkat “Jasmerah” adalah semboyan yang diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya yang terakhir pada HUT RI tanggal 17 Agustus 1966. Tak lupa, dalam kegiatan ini juga dipaparkan sejarah singkat tentang HIKMAHBUDHI. Eddy Setiawan memaparkan dengan jelas awal mula terbentuknya organisasi ini hingga pergerakan-pergerakannya. Ia juga menyuguhkan beberapa video inspiratif yang dapat dijadikan pembelajaran untuk para peserta.

“Jika seseorang yang tidak mau memberikan makna dan manfaat untuk orang lain, untuk makhluk lain, apalagi untuk dunia, maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut egois,” papar Ketua Umum PP HIKMAHBUDHI periode 2005-2007 ini.

Ia berharap setiap individu dapat meluangkan waktunya melakukan kegiatan positif dan bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk makhluk lain.

Manajemen Organisasi dan Forum Diskusi

Dalam berorganisasi tentu hal yang biasanya jika terdapat suatu konflik. Konflik tersebut muncul pasti ada penyebab dan karena sudah mengetahui penyebabnya pasti ada strategi atau jalan untuk mengatasi konflik tersebut. Hal inilah yang disampaikan oleh Eric Fernando dalam materi organisasi dan kepemimpinan di hari terakhir kegiatan Buddhist Inside kali ini. Ia juga memberikan contoh bagaimana menyelesaikan konflik yang terjadi dalam setiap organisasi dengan mengajak para peserta untuk berbagi pengalamannya.

Setelah mendapatkan materi tentang organisasi dan kepemimpinan, para peserta melakukan FGD (Forum Group Discussion) dengan beberapa tema, seperti kebebasan penggunaan media sosial, trigger parenting, aborsi, pelecehan seksual, dan kebebasan operasi plastik sesuai dengan HAM. Buddhist Inside ini juga diisi dengan games-games seru, tracking, dan pentas seni.

Nidhinaṃ va pavattāraṃ

yaṃ passe vajjadassinaṃ

niggayhavādiṃ medhāviṃ

tādisaṃ paṇḍitaṃ bhaje

tādisam bhajamānassa

seyyo hoti na pāpiyo.

Seandainya seseorang bertemu orang bijaksana yang mau menunjukkan dan memberitahukan kesalahan-kesalahannya  eperti orang yang menunjukkan harta karun, hendaklah ia bergaul dengan orang bijaksana itu. Sungguh baik dan tak tercela bergaul dengan orang bijaksana.

 

Appamadena Sampadetha!

Berjuanglah dengan sungguh-sungguh!

Komentar via Facebook

Tags
Close