BeritaDaerah

Bertepatan dengan Hari Ibu, Pelatihan Samanera dan Atthasilani Cetiya Brahmavihara Sodong Dimulai

Oleh: Priski Setiawan

Tepat di Hari Ibu (22/12/2018), Program Pabbajja Samanera dan Atthasilani Cetiya Brahmavihara Sodong, Tigaraksa dimulai. Kegiatan ini diinisiasi oleh Bhikkhu Atthakovido bersama dengan Pengurus Cetiya Brahmavihara Sodong dan pelaksanaannya juga dibantu oleh beberapa umat Buddha di Tangerang. Pelatihan Pabbajja Samanera dan Atthasilani kali ini diikuti oleh 33 peserta yang terdiri dari 14 samanera dan 19 atthasilani.

Para peserta sedang mencuci kaki orangtua/wali mereka (Dok. Panitia)

Pabbajja Samanera dan Atthasilani merupakan program pengenalan Agama Buddha untuk mendidik dan mengenalkan anak-anak usia dini sebelum memasuki kehidupan sebagai bhikkhu atau sebagai samana. Kegiatan ini diawali dengan permohonan maaf dan memohon izin untuk memasuki kehidupan baru sebagai pertapa (samana) dengan mencuci kaki kedua orangtua sebagai perwujudan bakti seorang anak kepada orangtua. Sebelum  upacara penahbisan dimulai, para peserta dan orangtua/wali mengikuti prosesi pradaksina, yaitu menghormat dengan cara mengelilingi objek yang dihormati dengan bersikap anjali.

Pasang Iklan
Suasana penahbisan peserta Samanera dan Atthasilani (Dok. Panitia)

Upacara penahbisan dihadiri oleh 9 bhikkhu dari Thailand dan Indonesia yang dipimpin oleh Bhikkhu Wongsin Labhiko selaku Upajaya.

“Sebagai seorang umat Buddha kita harus berlindung kepada Tiratana (Buddha Ratana, Dhamma Ratana, dan Sangha Ratana). Keyakinan umat Buddha harus ditanamkan sejak dini dengan belajar Dhamma (Pariyatti Dhamma) serta praktik Dhamma (Patipatti Dhamma) dengan tujuan untuk mencapai Nibbana (Pativeda Dhamma)”, ujar bhante.

Ia pun menambahkan bahwa tujuan diadakan kegiatan ini, yaitu untuk mendidik generasi muda sejak dini dengan praktik langsung sebagai samana, meningkatkan keyakinan (Saddha) kepada Tiratana (Buddha, Dhamma, Sangha), melatih moralitas (Sila), melatih meditasi (Samadhi), menambah pengetahuan dan wawasan tentang Agama Buddha, meningkatkan kebijaksanaan (Pañña), membuka peluang agar orang lain dapat melakukan kebajikan serta melimpahkan jasa kebajikan, dan menambah keakraban antar sesama cetiya atau vihara maupun sekolah bercirikan Buddhis di Tangerang dan sekitarnya.

Baca juga: Selenggarakan Sangha Dana dan Hari Ibu, Dasa Paramita Tanamkan Bakti pada Siswa SMB di Tangerang

Pelatihan dimulai sejak dini hari. Pukul empat pagi, para peserta harus sudah bangun. Setelah membersihkan diri, mereka melakukan puja bakti hingga pukul enam pagi. Selesainya, mereka melakukan pindapata (menerima dana makanan) di sekitar Cetiya Brahmavihara, Sodong. Pindapata ini juga merupakan praktik langsung seorang pabbajita.

Para peserta Pabbajja Samanera dan Atthasilani sedang melakukan Pindapata (Dok. Panitia)

Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 20-31 Desember 2018. Selain dengan kegiatan rutin seperti di atas, para peserta juga belajar teori ajaran Buddha, seperti pokok-pokok dasar agama Buddha, Sila, Sekkhiya Dhamma (75 aturan samanera), Riwayat Hidup Buddha Gotama, Hukum Kamma, Tilakkhana, Patticasamupada, Kesunyataan Mulia, Mangala Sutta, Brahmavihara, Sigalovada Sutta, Paritta, dan Meditasi.

Program pelatihan ini dibimbing oleh Bhikkhu Kittipañño, Bhikkhu Atthakovido, Bhikkhu Kosalo, Bhikkhu Adhivaro, dan Bhikkhu Candasaro beserta dengan bhikkhu-bhikkhu lainnya.

Foto bersama Bhikkhu Sangha dan peserta Pabbajja Samanera Atthasilani beserta dengan panitia (Dok. Panitia)

Dengan banyaknya acara pelatihan semacam ini, diharapkan dapat menbangkitkan semangat umat Buddha dalam mempraktikkan Dhamma secara benar, khususnya demi perkembangan Buddha Dhamma di Indonesia.

Buddha Sasanam Ciram Titthatu.  Semoga Ajaran Buddha bertahan lama.

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta….  Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia.

Sadhu… Sadhu… Sadhu….

Komentar via Facebook

Close