ArtikelKabar Dhamma

Bagi Umat Buddhis #DiRumahAja Bukan Menjadi Alasan untuk Tidak Merayakan Waisak

Oleh: Kitsy Chelles

Saat ini negara-negara di dunia sedang terjangkit wabah penyakit virus corona atau COVID-19. Virus  corona pertama kali ditemukan pada akhir tahun 2019 yang berasal dari negara China, tepatnya berasal dari Kota Wuhan. Virus ini dapat menyebar dan menular dengan cepat hingga akhirnya berisiko terhadap kesehatan manusia. Situasi penyebaran virus corona menurut WHO (World Health Organization) atau organisasi kesehatan dunia yang dilansir melalui situs resmi (https://covid19.who.int/) pada 7 Mei 2020, tercatat ada 215 negara dengan kasus terkonfirmasi sebanyak 3.634.172  orang dan jumlah kematian 251.446 orang.

Indonesia merupakan salah satu dari 215 negara yang terkonfirmasi terjangkit virus corona. Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang dilansir melalui situs resmi (https://www.kemkes.go.id/) sejak pertama kali ditemukan virus corona di Indonesia pada 2 Maret 2020 hingga 7 Mei 2020, tercatat pasien positif COVID-19 sebanyak 12.776 orang, dimana pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 2.381 orang dan pasien yang meninggal sebanyak 930 orang.

Pasang Iklan

Setiap negara yang terjangkit berupaya untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 termasuk pemerintah Indonesia yang mengambil kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Kebijakan ini merujuk pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan. Dalam pasal 1 ayat (11), dijelaskan bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi.

Di dalam kebijakan ini, pemerintah menghimbau seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk tidak berkumpul dengan melibatkan banyak orang dan tidak membuat keramaian dimanapun, yaitu dengan cara beribadah, belajar, dan bekerja dari rumah. Karena hal ini, tentunya membuat beberapa kegiatan yang biasanya diadakan, kini ditunda atau bahkan ditiadakan. Meski beberapa kegiatan tetap diadakan, kegiatan tersebut harus tetap dilakukan di rumah masing-masing sehingga menjadi berbeda jika dibandingkan dengan biasanya.

Salah satu kegiatan yang berbeda dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya karena pandemi COVID-19 ini adalah pembatasan kegiatan keagamaan untuk semua agama yang ada di Indonesia termasuk kegiatan hari raya agama Buddha. Satu dari empat hari raya agama Buddha yakni Hari Raya Tri Suci Waisak yang jatuh pada 7 Mei 2020, menyebabkan umat buddhis diseluruh Indonesia harus merayakan waisak yang berbeda dibanding dengan biasanya, karena bertepatan pada masa pandemi COVID-19.

Umat buddhis yang biasanya merayakan Hari Raya Waisak di Vihara, Cetiya atau di Candi Buddhis seperti Candi Borobudur, kini harus merayakannya di rumah. Hal ini juga telah dihimbau oleh Kementrian Agama melalui Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Buddha, bahwa umat Buddha di Indonesia tetap melaksanakan ibadah atau puja bakti perayaan detik-detik waisak di rumah masing-masing, guna membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona.

Kebijakan pemerintah dimasa pandemi COVID-19 ini membuat umat Buddha diseluruh pelosok dunia termasuk Indonesia yang mau tidak mau harus merayakan Hari Raya Waisak di rumah. Meski demikian, hal ini bukan menjadi alasan kita sebagai umat buddhis untuk tidak merayakan Hari Raya Waisak tersebut, karena dalam situasi yang seperti ini justru hendaknya kita merenung terhadap diri sendiri untuk terus meningkatkan perhatian dan keyakinan kita terhadap Buddha, Dhamma, dan Sangha.

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan meski #DiRumahAja agar kita tetap merayakan Hari Raya Waisak dan tetap memaknai hari waisak seperti biasanya.  Berbagai cara yang bisa kita lakukan ialah mengikuti perayaan waisak secara online melalui social media (live streaming di Youtube, Facebook ataupun Instagram), karena banyak vihara atau organisasi buddhis yang mengadakan kebaktian waisak secara online. Kita bisa mengajak keluarga dan orang-orang terdekat untuk melakukan kebaktian online ini, kita dapat melakukan meditasi, berdana dan melakukan kebajikan lainnya.

Selain itu, ditengah pandemi COVID-19 kita juga bisa isi dengan berbagai kegiatan positif, seperti berdana alat-alat kesehatan dan keamanan kepada para petugas kesehatan, mengikuti lomba-lomba dalam memperingati hari Tri Suci Waisak dan tentunya kita dapat berdiam diri dirumah sambil berdoa serta membacakan paritta suci, kemudian kita dapat limpahkan jasa kebajikan yang telah kita lakukan untuk negara kita tercinta ini, untuk negara-negara di dunia agar terbebas dari penyebaran virus COVID 19 dan situasi kehidupan kembali seperti sediakala.

Banyak kegiatan positif lainnya yang bisa kita lakukan saat ini, karena yang terpenting ialah kita sebagai umat buddhis tidak melakukan segala bentuk kejahatan, mengembangkan kebajikan, sucikan hati dan dipikiran, sebagaimana yang terkandung dalam inti ajaran Buddha. Dengan demikian, bagi umat buddhis #DiRumahAja bukan menjadi alasan untuk tidak merayakan waisak.

Selamat Hari Raya Waisak

“Janganlah berbuat jahat, perbanyaklah perbuatan baik, sucikan hati dan pikiran, inilah ajaran para Buddha”

Komentar via Facebook

Close